Apel Siaga Bencana, Bupati Subang: Kesiapsiagaan Tanggungjawab Bersama

  • 09 Sep 2026 15:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang –

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, bertindak sebagai Pembina Apel Siaga Bencana di Lapangan Tatag Trawang Tungga Mapolres Subang, Rabu 9 September 2026. Apel dihadiri Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Dinkes, Dinsos, Satpol PP dan Tagana.

“Apel siaga ini, menjadi momentum penting, untuk memastikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana, bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Kang Rey.

Kang Rey mengingatkan, sejumlah wilayah di Subang saat ini masih mengalami kekeringan, yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Ia meminta masyarakat proaktif melaporkan potensi bencana, kepada pihak berwenang.

“Kondisi ini harus kita sikapi dengan kewaspadaan, terutama dalam menjaga sumber air, mencegah pembakaran lahan, serta memastikan setiap kejadian dapat segera dilaporkan dan ditangani,” terangnya.

Selain kekeringan, Bupati juga mewanti-wanti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang berstatus level III Siaga. Meski Subang tidak berada di sekitar gunung, potensi sebaran abu vulkanik tetap perlu dipantau.

“Potensi sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada kondisi dan arah angin, sehingga perkembangan informasi perlu terus kita pantau,” paparnya.

Pemerintah Daerah bersama seluruh stakeholder berkomitmen, memberikan informasi kebencanaan yang benar kepada masyarakat. Kang Rey menyebut, kondisi geografis Subang dari pegunungan hingga pesisir, membuat daerah ini memiliki kerawanan bencana cukup tinggi.

“Pemerintah Daerah bersama seluruh unsur terkait, harus siap memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, dan mengambil langkah sesuai rekomendasi dari instansi yang berwenang,” imbuhnya.

Kang Rey berharap, koordinasi antar lembaga semakin kuat, untuk memastikan kesiapsiagaan bencana berjalan baik. Ia menekankan, penanggulangan bencana harus dimulai dari pencegahan dan mitigasi.

“Keberhasilan penanggulangan bencana, bukan hanya diukur dari seberapa cepat kita bertinda, ketika bencana terjadi, tetapi juga dari seberapa baik kita mencegah, dan mengurangi risikonya sejak awal,” pungkas Kang Rey.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....