Dosen Telkom University Ajak Mahasiswa KIP-K di Bandung Kenali AI Secara Utuh
- 08 Sep 2026 09:00 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Minggu pagi, 10 Mei 2026, mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang tergabung dalam Yayasan Rumah Cerdas Mulia Antapani, Kota Bandung, berkumpul di Teras Sunda Cibiru. Bukan untuk kegiatan sosial biasa, mereka hadir untuk belajar hal yang jarang mereka dapatkan di bangku kuliah: memahami kecerdasan artifisial (AI) bukan sekadar sebagai aplikasi yang bisa dipakai, melainkan sebagai teknologi yang perlu dipahami cara kerja dan batasnya.
Riset World Economic Forum tahun 2023 memproyeksikan pergeseran besar pada struktur pekerjaan global, di mana kemampuan berkolaborasi dengan AI akan menjadi syarat baru di dunia kerja. Namun proyeksi itu belum tentu berlaku sama bagi semua kalangan. Akses terhadap pelatihan literasi AI, sampai sekarang, masih timpang, terutama bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Kesenjangan itu yang mendorong tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University menggelar pelatihan dasar AI bagi mahasiswa KIP-K di yayasan tersebut. Materi disusun dalam tiga bagian. Bagian pertama mengajak peserta memahami cara kerja model bahasa besar (large language model) seperti ChatGPT, ibarat murid yang belajar dari jutaan buku sebelum bisa menjawab pertanyaan, lengkap dengan batas kemampuannya yang sering luput dari pemahaman pengguna awam. Bagian kedua bersifat praktik langsung, peserta mencoba beragam tools AI gratis dan berlatih menyusun perintah (prompt) yang efektif. Bagian ketiga menyentuh sisi etis: kapan AI layak dipakai, kapan harus dihindari, serta kesadaran atas hak cipta dan privasi data.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. Didin Kristinawati menuturkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar mengenalkan aplikasi baru kepada peserta. "Kami ingin mahasiswa memahami logika di balik AI, bukan cuma memakainya secara asal. Kalau paham prinsip kerjanya, mereka akan lebih siap saat teknologi ini terus berubah," ujar dosen FEB Universitas Telkom itu. Dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Selasa 8 September 2026.
Didin menambahkan, program ini dirancang agar manfaatnya tidak berhenti pada satu sesi pertemuan. Modul yang disusun akan menjadi panduan mandiri, dan sejumlah peserta disiapkan menjadi tutor sebaya bagi teman-teman mereka di yayasan. "Harapannya, ilmu ini terus mengalir meski pelatihannya sudah selesai," katanya.
Dari pihak yayasan, Karlina, pengurus Yayasan Rumah Cerdas Mulia Antapani, menyambut program ini sebagai kesempatan yang jarang didapat anak asuhnya. "Selama ini pemahaman anak-anak soal AI baru sebatas informasi dari media sosial. Baru kali ini mereka diajak belajar langsung dari akademisi, sampai ke soal etika pemakaiannya," ujarnya. Karlina berharap kegiatan serupa dapat berlanjut, mengingat semangat belajar dan kekompakan mahasiswa KIP-K di yayasannya tergolong tinggi, meski akses terhadap pelatihan teknologi di luar kegiatan akademik reguler masih terbatas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Roadmap Pengabdian Masyarakat Kelompok Keahlian Digital Business & Entrepreneurship Studies (DBES) Universitas Telkom untuk 2026, yang berfokus pada pembinaan keterampilan masyarakat di bidang kecerdasan artifisial. Selain modul pelatihan dan pembentukan tutor sebaya, tim menargetkan publikasi di jurnal pengabdian masyarakat serta dokumentasi video sebagai tindak lanjut program.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....