Tagana, Intrusi Air Laut, Penyebabnya Tanggul Jebol akibat Banjir Februari Lalu

  • 07 Sep 2026 15:23 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Sebanyak 100 hektar lahan sawah di Desa Karangmulya, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang terintrusi air laut. Penyebabnya adalah kerusakan saluran sekunder Pangarengan yang belum diperbaiki.

Ketua Tagana Dinsos Kabupaten Subang Jajang Abdul Muhaimin mengatakan, kerusakan saluran tersebut terjadi sejak banjir Pantura pada Februari 2026 lalu.

"Kerusakan saluran sekunder Pangarengan ini sudah terjadi sejak banjir Pantura Februari 2026. Dampaknya sekarang, 100 hektar sawah terendam air laut," kata Jajang, Senin 7 September 2026.

Menurut Jajang, BBWS sebelumnya pernah menyatakan kesiapannya, untuk memperbaiki tanggul yang jebol akibat banjir tersebut. Jika tanggul diperbaiki, intrusi air laut ke areal persawahan, seharusnya bisa dicegah.

Ia menjelaskan, Pemkab Subang melalui Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, PUPR dan BPBD sudah berkoordinasi dengan PJT Seksi II Subang, dan BBWS. Pembahasan fokus pada perbaikan tanggul yang jebol, agar tidak berdampak ke saluran sekunder Pangarengan.

"Saluran ini diketahui, berfungsi mengairi 100 hektar sawah di Desa Karangmulya," ungkapnya.

Jajang menambahkan, selain kerusakan tanggul, intrusi juga dipicu banjir ROB dari laut Pantura. Pada musim kemarau ini, air laut masuk ke saluran sekunder, dan akhirnya menggenangi areal sawah.

Terkait hal itu, Tagana mengaku tidak memiliki kewenangan langsung, untuk melakukan perbaikan. Pihaknya hanya bertugas menyampaikan laporan ke pimpinan, dan diteruskan ke dinas terkait.

"Kami hanya bisa melaporkan. Kewenangan perbaikan ada di dinas teknis," pungkasnya.

Kerusakan saluran ini dikhawatirkan berdampak pada gagal panen, dan ketahanan pangan petani di Legonkulon, jika tidak segera ditangani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....