Milad Ke-9 Kasih Palestina, Ratusan Runners Meriahkan SoliRUNity
- 06 Sep 2026 10:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Lembaga kemanusiaan Kasih Palestina merayakan milad ke-9 dengan cara berbeda. Tahun ini, peringatan hari jadi dikemas melalui perpaduan olahraga, kemanusiaan, dan budaya yang berlangsung di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu 6 September 2026.
Rangkaian milad tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang mengusung semangat solidaritas untuk rakyat Palestina. Salah satu agenda utama adalah fun run 5K bertajuk “SoliRUNity: Finish for Humanity” yang diikuti ratusan peserta lari, termasuk puluhan warga Palestina yang berada di Bandung.
Selain olahraga, Kasih Palestina juga menggelar prosesi simbolis pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan lembaga yang telah memasuki usia sembilan tahun. Kegiatan tersebut turut diramaikan dengan penggalangan donasi, pembagian doorprize, serta pertunjukan seni dan budaya Palestina berupa tarian Dabke.

CEO Kasih Palestina, Nandang Cahya, mengatakan kegiatan “SoliRUNity: Finish for Humanity” tidak semata-mata ditujukan sebagai kegiatan olahraga. Menurutnya, event tersebut menjadi simbol solidaritas sekaligus bentuk dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.
“Ini pertama kali Kasih Palestina mengadakan event running seperti ini dalam rangka memperingati milad ke-9. Sebelumnya kalau milad itu biasanya kita kajian dan mengundang donatur. Sekarang, kita ingin tampil beda,” kata Nandang Cahya di Kiara Artha Park, Minggu 6 September 2026.
Nandang menuturkan, pemilihan olahraga lari sebagai bagian dari perayaan milad memiliki pesan khusus. Ia ingin menunjukkan bahwa perjuangan mendukung Palestina dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menggalang solidaritas masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan banyak kalangan.

“Kita ingin menegaskan bahwa Palestina ini punya martabat untuk hidup merdeka setelah hampir 80 tahun dijajah Israel. Melalui event lari ini, kami ingin memberi pesan kepada rakyat Palestina bahwa mereka tidak sendirian. Ada bangsa Indonesia yang ikut berjuang bersama mereka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol perjuangan masyarakat Indonesia dalam memberikan dukungan moral dan kemanusiaan kepada rakyat Palestina. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang dinilai memperlihatkan kuatnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap persoalan kemanusiaan di Palestina.
“Event lari ini adalah simbol perjuangan kita yang ada di Indonesia untuk mendukung perjuangan mereka yang dijajah,” ujar Nandang.
Menurut Nandang, kegiatan SoliRUNity juga mendapat apresiasi dari Kedutaan Besar Palestina untuk Republik Indonesia. Bahkan, Duta Besar Palestina untuk RI, Abdulfattah Al-Sattiri, disebut menunda agenda kunjungannya ke daerah lain demi dapat menghadiri langsung kegiatan tersebut di Bandung.
Selain menjadi ajang solidaritas, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan Kasih Palestina untuk menggalang donasi. Nandang memastikan seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu masyarakat Palestina, termasuk melalui pembangunan fasilitas penyediaan air bersih di Gaza yang diberi nama “Sumur Siliwangi.”
“Dari acara ini juga kita kampanye penggalangan dana untuk membangun sumur yang namanya Sumur Siliwangi. Ini menjadi persembahan dari masyarakat Jawa Barat dengan semangat Siliwangi-nya, saling membantu saudara-saudara kita yang ada di sana,” kata Nandang.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk RI, Abdulfattah Al-Sattiri, menyampaikan apresiasi kepada Kasih Palestina yang dinilainya konsisten memberikan dukungan terhadap rakyat Palestina. Ia juga mengaku bahagia karena kegiatan tersebut turut memperkenalkan tarian Dabke, salah satu warisan budaya Palestina, kepada masyarakat Indonesia.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi program yang dilaksanakan Kasih Palestina, terutama kepada saudara saya, Nandang. Saya dan rakyat Palestina, termasuk yang ada di Gaza, tidak akan pernah melupakan dukungan besar masyarakat Indonesia,” kata Abdulfattah.

Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat Indonesia memiliki arti penting bagi rakyat Palestina. Menurut Abdulfattah, solidaritas yang ditunjukkan melalui kegiatan olahraga, kemanusiaan, dan budaya seperti SoliRUNity menjadi bukti bahwa hubungan Indonesia dan Palestina tidak hanya terjalin secara diplomatik, tetapi juga melalui ikatan kemanusiaan dan persaudaraan masyarakat. “Saya selalu memiliki keyakinan kuat, Palestina akan merdeka,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....