Ribuan Lulusan SLTA Mendominasi Pencari Kerja di Garut Setiap Bulannya

  • 05 Sep 2026 18:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut : Berdasarkan hasil rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS), angkatan kerja di Kabupaten Garut ada sekitar 1.2 juta jiwa atau 50 persen dari 2.4 juta jiwa populasi penduduk Kabupaten Garut. Namun demikian, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Nia Gania, angka pengangguran di Kabupaten Garut masih tergolong tinggi yaitu diangkat 0.9 persen atau sekitar 70 ribu orang.

Sedangkan untuk angka pencari kerja yang dilegalisasi dengan kartu kuning yang terdaftar di lembaganya dalam satu semester ditahun 2026 ini tercatat ada sekitar 12 ribu orang." Jadi rata-rata perbulannya warga garut sebagai pencari kerja sebanyak 2 ribu orang, dan mayoritas didominasi lulusan SMA atau SMK serta perguruan tinggi" katanya di Garut, Sabtu,5 September 2026.

Ia menyatakan bahwa realitasnya angka pencari kerja tidak berbanding lurus dengan lapangan kerja yang tersedia. " Yang dikhawatirkan adalah jika pengangguran dibiarkan maka akan berdampak terhadap kemiskinan dan kejahatan," ujarnya.

Maka dari itu, menurut Gania, pihaknya terus berupaya untuk menekan atau meminimalisir jumlah angka pengangguran dikabupaten Garut dengan berbagai strategi." Salah satu upaya strategi yang kami lakukan adalah membuat kopetensi pencari kerja jadi lebih baik dan memiliki skill atau kemampuan trampil melalui pelatihan vokasi," katanya.

Ia menyampaikan, institusinya kini memiliki sekitar delapan pelatihan tenaga kerja yang dibiayai oleh APBD. Selain itu juga pihaknya melakukan kerjasama dengan perusahaan perusahaan besar baik lokal dan Perusahaan Modal Asing (PMA) yang ada di Kabupaten Garut. " Selain memiliki sejumlah pelatihan tenaga kerja yang didanai APBD, kami juga melakukan MoU dengan sejumlah perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Garut," ujarnya.

Ia mengatakan, para pencari kerja yang mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan disejumlah lembaga pelatihan lainnya diberikan berbagai ilmu keterampilan dari mulai menjahit, design grafis, barista, keterampilan las dan pelatihan skill lainnya." Dari sekian banyak peserta pelatihan yang merupakan lulusan SMA dan SMK, hampir 70 persen diterima diperusahaan industri di Kabupaten Garut dan sisanya sekitar 30 persen memilih untuk menjadi wirausaha," tuturnya.

Pemkab Garut juga menurutnya melakukan MoU dengan lembaga perbankan pemerintah agar bisa menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu permodalan yang selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi para wirausaha mandiri.

Ia menyampaikan, pelatihan untuk pencari kerja juga dibantu dari Kementerian Tenaga Kerja meski masih terbatas baik dari asfek anggaran maupun fasilitas sraana prasarana penunjangnya termasuk SDM Instruktur kepelatihannnya." Tidak hanya itu, kami juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja swasta yang memiliki kiprah untuk menurunkan angka pemgangguran dengan sasaran untuk bekerja diluar negeri seperti ke Jepang yang dinilai lebih aman," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....