Intrusi Air Laut, 100 Hektar Lahan Sawah, Petani Legonkulon Terancam Gagal Panen
- 05 Sep 2026 15:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang – Ratusan hektar sawah di Kecamatan Legonkulon Kabupaten Subang, terancam gagal panen. Petani di Desa Karangmulya, kini menghadapi dua pukulan sekaligus,. Mulai dari kekeringan panjang, dan masuknya air asin ke saluran irigasi.
"Kondisi ini membuat tanaman padi yang seharusnya jadi sumber pendapatan, justru menguning dan mati sebelum masa panen," ungkap Rasta (50) petani setempat, Sabtu 5 September 2026.
Dampak paling parah terjadi di Blok Daya Mukti Desa Karangmulya. Data di lapangan menyebut, lebih dari 100 hektar lahan terdampak, peningkatan kadar salinitas tanah, akibat rembesan air laut.
"Sudah lebih satu bulan sawah di Blok Daya Mukti terancam air asin. Awalnya daun mengering, lama-lama batang menguning lalu mati," ujarnya.
Menurut Rasta, sekitar 10 hektar tanaman padi di wilayahnya, sudah dinyatakan mati. Penyebab utamanya adalah, intrusi air laut yang masuk ke Kali Cipunagara, satu-satunya sumber air andalan petani saat ini.
"Saluran sekunder Pangarengan tidak berfungsi mengairi sawah. Sementara air Kali Cipunagara sekarang sudah asin, tidak bisa dipakai lagi," terang Rasta.
Minimnya pasokan air tawar, membuat petani tidak punya pilihan lain. Rasta bersama kelompok tani berharap, Pemkab Subang melalui Dinas Pertanian, dan pengamat pengairan segera turun tangan menyelamatkan lahan.
"Kami mohon bantuan penyelamatan tanaman padi. Harapan kami sekarang, hanya ada giliran air dari SS Pangarengan," pungkasnya diamini petani lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....