Kondisi Macan Tutul Pacet Membaik, Pelepasliaran Menunggu Perkembangan

  • 05 Sep 2026 09:32 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kondisi macan tutul yang sebelumnya masuk ke permukiman warga di Kampung Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, kini berangsur membaik setelah menjalani perawatan dan rehabilitasi. Meski kondisijya membaik, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat belum dapat memastikan waktu pelepasliaran satwa yang dilindungi tersebut ke habitatnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita, mengatakan macan tutul tersebut sebelumnya menjalani perawatan di Taman Satwa Cikembulan setelah berhasil diamankan dari permukiman warga.

"Setelah menjalani perawatan di Taman Satwa Cikembulan satwa macan tutul tersebut sudah sehat, luka-lukanya juga sudah sembuh," kata Vitriana saat dikonfirmasi, Jumat 4 September 2026.

Menurutnya, macan tutul tersebut kemudian dipindahkan ke Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT) di Sukabumi pada 28 Agustus 2026. Pemindahan dilakukan agar satwa tersebut mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut.

"Tanggal 28 Agustus lalu satwa sudah dipindahkan ke Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT) di Sukabumi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ujarnya.

Vitriana menambahkan, keputusan terkait pelepasliaran belum dapat ditentukan. Hal tersebut masih bergantung pada proses perawatan serta perkembangan kondisi macan tutul selama berada di YCKT.

"Ini belum bisa ditentukan, tergantung perawatan dan perkembangannya nanti," katanya.

Sebelumnya, macan tutul tersebut diketahui muncul di kawasan permukiman Kampung Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada 5 Februari 2026. Kemunculan satwa liar itu sempat membuat warga panik.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di media sosial, macan tutul terlihat berada di atas tembok bangunan dengan ketinggian sekitar dua meter. Satwa tersebut kemudian meloncat menuju sebuah gang kecil di samping tembok.

Dalam kejadian tersebut, tiga warga dilaporkan mengalami luka akibat gigitan macan tutul saat beraktivitas di sekitar lokasi. Ketiganya kemudian mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan polisi bersama sejumlah instansi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

Penanganan dilakukan untuk meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan warga. Evakuasi melibatkan unsur TNI, Damkar, Satpol PP, Linmas, serta berkoordinasi dengan BKSDA.

“Penanganan dilakukan secara terukur dengan melibatkan unsur TNI, Damkar, Satpol PP, linmas, serta berkoordinasi dengan BKSDA agar evakuasi satwa bisa dilakukan secara aman,” ujarnya, 6 Februari 2026 lalu.

Macan tutul tersebut berhasil diamankan sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas kemudian menggunakan jaring untuk menangkap satwa tersebut sebelum pihak BKSDA melakukan pembiusan.

"Macan tutul dievakuasi dalam kondisi hidup dan kemudian dibius oleh pihak BKSDA untuk selanjutnya diserahkan dan ditangani sesuai prosedur konservasi," jelas Hendra.

Sementara itu, tiga warga yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis. Kondisi ketiganya dilaporkan stabil dan sudah diperbolehkan pulang.

"Seluruh korban sudah mendapatkan perawatan medis dan saat ini kondisinya stabil serta telah diperbolehkan pulang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....