BMKG Catat 195 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Agustus 2026

  • 01 Sep 2026 20:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sebanyak 195 kejadian gempa bumi tercatat mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang Agustus 2026. Data tersebut diperoleh berdasarkan catatan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Suaidi Ahadi mengatakan, dari 195 kejadian tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai 5,3, sedangkan yang terkecil berkekuatan 1,0.

“Dari 195 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,3 magnitudo dan yang terkecil 1,0 magnitudo,” ujar Suaidi di Bandung, Selasa 1 September 2026.

Berdasarkan kedalaman hiposenternya, mayoritas gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal. BMKG mencatat 176 kejadian berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer.

Sementara itu, sebanyak 19 kejadian merupakan gempa dengan kedalaman menengah, yakni antara 60 hingga 300 kilometer. Tidak terdapat gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer selama periode tersebut.

Jika berdasarkan lokasi hiposenternya, sebanyak 85 kejadian gempa berpusat di laut. Sedangkan 110 kejadian lainnya memiliki pusat gempa di daratan.

Salah satu gempa yang dirasakan masyarakat terjadi pada 5 Agustus 2026 pukul 21.55.41 WIB. Gempa berkekuatan 5,3 tersebut berpusat di 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur, pada kedalaman delapan kilometer.

Episentrum gempa berada sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Guncangan gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda.

Guncangan III-IV MMI tercatat dirasakan di Kecamatan Kabandungan. Sementara intensitas III MMI dirasakan di Kecamatan Kertasari, Baleendah dan Solokanjeruk.

Adapun guncangan II-III MMI dirasakan di Kecamatan Soreang, Ciwidey dan Pangalengan. Sedangkan intensitas II MMI tercatat dirasakan di Kecamatan Parongpong, Panggarangan, Palabuhanratu dan Lembang.

BMKG Bandung mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyaraka diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa bumi, jika terjadi gempa masyarakat juga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas serta informasi resmi BMKG.

“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” kata Suaidi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....