Langkah Nyata DPW PKS Atasi 22 Ribu Penyandang Disabilitas Jabar Belum Bekerja

  • 30 Agt 2026 22:03 WIB
  •  Bandung

‎RRI.CO.ID, Bandung - Di Jawa Barat, dari ribuan penyandang disabilitas yang tercatat, hanya sekitar 6,5 persen yang berhasil mendapatkan pekerjaan. Sisanya lebih dari 22 ribu orang masih menunggu.

‎Bukan karena tidak mampu, tapi karena peluang yang belum terbuka secara adil. Secara nasional, Tingkat Pengangguran Terbuka penyandang disabilitas mencapai 10,8 persen jauh di atas rata-rata nasional sementara 17,85 persen di antaranya bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Mereka punya hak yang sama. Tapi kondisinya belum setara.

‎"Kita ingin kepedulian ini tidak berhenti pada perhatian, tetapi menjadi kerja nyata. Apa yang menjadi kebutuhan saudara-saudara kita penyandang disabilitas harus kita dengarkan, kita pahami, kemudian kita perjuangkan agar menjadi bagian dari arah kebijakan dan program yang nyata," ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, yang akrab disapa Abah Iwan, dalam Silaturahmi Keluarga Disabilitas Kader Pelopor sekaligus peluncuran Sahabat Inklusi PKS Jawa Barat (SAHABATIN) di Bandung, Minggu, 30 Agustus 2026

‎Menurutnya, Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah tenaga kerja disabilitas yang ditempatkan terbanyak secara nasional mencapai 252 orang pada 2024. Tapi angka itu kecil dibanding potensi yang sesungguhnya ada.

‎Ketimpangan pendidikan antara penyandang disabilitas dan non-disabilitas masih menjadi hambatan terbesar mayoritas sekitar 660 ribu penyandang disabilitas di Indonesia hanya lulusan sekolah dasar, sementara hanya sekitar 40 ribu yang merupakan lulusan strata satu.Selama akses pendidikan dan peluang kerja belum setara, potensi mereka akan terus terpendam.


‎Abah Iwan menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dijawab dari asumsi melainkan dari mendengar langsung sehingga kebijakannya tidak dipukul rata.

‎"Jangan sampai kita membuat program berdasarkan asumsi kita sendiri. Kita harus bertanya kepada mereka, mendengar pengalaman mereka, dan memahami apa yang sebenarnya mereka perlukan. Persoalannya tidak bisa disamaratakan karena itu pendekatannya juga harus manusiawi dan sesuai kebutuhan," tegas Abah Iwan Suryawan yang juga mengemban amanah sebagai ketua DPW PKS Jawa Barat.

‎Abah Iwan menutup dengan pesan yang sederhana namun tegas tentang ukuran kepedulian yang sesungguhnya.

‎"Kebaikan itu menular. Maka teruslah melakukan kebaikan, terus hadir dan terus membersamai. Karena ukuran kepedulian bukan hanya seberapa banyak kita berbicara, tetapi seberapa jauh kehadiran kita memberi perubahan bagi kehidupan orang lain," pungkasnya.

‎Ketua Bidang BPMRD DPW PKS Jawa Barat, Dadan Suryanegara, menjelaskan bahwa SAHABATIN dirancang sebagai ruang komunikasi yang memungkinkan kebutuhan penyandang disabilitas dan keluarganya terdokumentasi dengan lebih baik. Dalam forum ini, tiga bidang BPMRD, Boemkraf, dan Bidnaker DPW PKS Jawa Barat hadir dalam satu panel untuk mendiskusikan peluang nyata bagi disabilitas agar berdaya baik dari akses ekonomi kreatif hingga peluang ketenagakerjaan.

‎"Kita ingin membangun kebiasaan mendengar. Ketika kebutuhan mereka terpetakan dengan baik, kita akan lebih mudah menentukan langkah dan program apa yang benar-benar dibutuhkan. Harapannya, suara yang kita dengar hari ini tidak berhenti menjadi catatan aspirasi itu harus kita bawa menjadi bahan untuk mendorong kebijakan yang lebih responsif," ujar Dadan.

‎Ia juga mengingatkan bahwa lingkaran yang perlu diperhatikan lebih luas dari sekadar penyandang disabilitasnya sendiri.

‎"Yang membutuhkan dukungan bukan hanya penyandang disabilitasnya, tetapi juga keluarganya. Ada orang tua, pasangan, maupun anggota keluarga yang sehari-hari mendampingi. Mereka juga membutuhkan akses informasi, penguatan kapasitas, dan jejaring dukungan," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....