DPRD Kota Bandung Apresiasi Progres Perbaikan PJU, Trotoar, dan Jalan
- 30 Agt 2026 11:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – DPRD Kota Bandung menyoroti sejumlah pembangunan infrastruktur yang mulai menunjukkan progres. Beberapa di antaranya yakni penerangan jalan umum (PJU), perbaikan trotoar, hingga penanganan jalan berlubang yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung yang mulai merealisasikan berbagai program perbaikan infrastruktur tersebut.
Ia menyambut baik rencana pembangunan PJU di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta yang akan mencakup sekitar 2.400 titik. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.
“Kita juga menyambut baik misalnya terkait dengan pembangunan PJU di Soekarno-Hatta yang rencananya akan dipasang 2.400 titik. Itu pun merupakan bagian dari upaya pemerintah kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar pelaksanaan dapat dilaksanakan di tahun ini,” ujar Rendiana, Minggu 30 Agustus 2026.
Selain PJU, pembangunan dan penataan trotoar di sejumlah ruas jalan juga mulai terlihat. Rendiana menyebut terdapat sekitar delapan ruas trotoar yang akan mendapat penanganan cukup besar.
Ia berharap perbaikan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan fasilitas pejalan kaki.
“Sudah bisa kita lihat beberapa trotoar sudah mulai dilaksanakan pekerjaannya. Kalau tidak salah, ada sekitar delapan ruas trotoar yang cukup besar, agar kemudian masyarakat Kota Bandung dapat menggunakan fasilitasnya dengan nyaman,” katanya.
Menurut Rendiana, perbaikan jalan juga menjadi perhatian. Sejumlah pekerjaan telah memasuki tahap proses lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun ini.
“Jalan-jalan pun juga kita lihat anggarannya cukup besar tahun ini, sudah mulai proses lelang beberapa dan akan dikerjakan tahun ini,” ucapnya.
Ia menilai, berbagai pekerjaan tersebut menjadi jawaban atas keluhan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur Kota Bandung pada tahun sebelumnya.
“Insya Allah apa yang dikeluhkan oleh masyarakat tahun kemarin, sekarang sudah mulai terlihat dan mulai terjawab dalam bentuk infrastruktur yang ada di Kota Bandung,” katanya.
Rendiana juga menyoroti pembangunan transportasi publik, khususnya Bus Rapid Transit (BRT) yang saat ini tengah berproses di Kota Bandung.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diperlukan untuk memastikan tersedianya transportasi publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Termasuk juga terkait dengan transportasi publik yang sering disampaikan dan diaspirasikan oleh masyarakat Kota Bandung. Saat ini kita sedang dalam progres BRT di Kota Bandung,” katanya.
Ia mencontohkan penataan kawasan Cicaheum yang kini mulai terlihat lebih rapi. Selain trotoar yang lebih luas, kawasan tersebut nantinya juga akan dilengkapi halte BRT.
“Di Cicaheum, yang kelihatannya dari beberapa tahun kemarin tidak mungkin diselesaikan, sekarang sudah kelihatan rapi. Trotoarnya pun juga kelihatan lega dan bisa jadi destinasi yang baru. Di situ pun juga akan dibangun, salah satunya halte BRT,” tuturnya.
Rendiana mengakui pembangunan infrastruktur, termasuk proyek BRT, dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat. Mulai dari kemacetan, kebisingan, hingga gangguan aktivitas warga.
Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai konsekuensi yang harus dihadapi dalam proses pembangunan.
“Memang dalam proses pembangunannya pasti akan ada ketidaknyamanan, ada kemacetan, bising dan lain sebagainya. Cuma ya, itulah salah satu konsekuensi dalam pembangunan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....