Musim Kemarau Pengaruhi Produksi Cabai dan Bawang, Stok Beras Bandung Masih Aman
- 28 Agt 2026 09:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung memastikan ketersediaan pangan di Kota Bandung masih dalam kondisi aman, meskipun musim kemarau mulai memberikan pengaruh terhadap produksi sejumlah komoditas pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, kondisi cuaca ekstrem dapat memengaruhi produksi komoditas seperti cabai dan bawang, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas hasil panen.
“Musim kemarau ada sedikit pengaruh. Produksi beberapa komoditas pertanian seperti cabai dan bawang sangat dipengaruhi cuaca ekstrem, baik dari segi kuantitas maupun kualitas hasil panen,” ujar Gin Gin, Jumat 28 Agustus 2026.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan beras di Kota Bandung masih cukup aman. Saat ini, produksi beras justru tengah mendapat dukungan dari masuknya periode puncak panen.
Menurut Gin Gin, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras pada periode ini. Penyaluran dilakukan untuk memanfaatkan cadangan beras yang masih tersedia di gudang sebelum nantinya digantikan oleh hasil panen baru.
“Itulah salah satu alasan pembagian bantuan dilakukan saat ini, untuk memanfaatkan cadangan beras yang ada di gudang sebelum digantikan oleh hasil panen baru yang mulai masuk,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, masyarakat perlu memahami mekanisme distribusi beras yang dilakukan Perum Bulog. Menurutnya, masyarakat tidak dapat menentukan jenis atau kualitas beras tertentu dalam skema distribusi yang menjadi tanggung jawab Bulog.
Farhan menyebut, Bulog memiliki tanggung jawab terhadap sekitar 30 persen distribusi beras di Kota Bandung. Porsi tersebut dipastikan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Namun, masyarakat tidak bisa menentukan kualitas beras yang tersedia melalui mekanisme Bulog. Kalau masyarakat ingin memilih kualitas beras tertentu, maka harus mengikuti mekanisme pasar dan membelinya melalui pasar modern,” katanya.
Farhan menambahkan, kebutuhan pangan Kota Bandung saat ini dipasok dari 16 provinsi. Dari sejumlah komoditas tersebut, pasokan daging ayam menjadi salah satu yang mengalami kendala dan perlu mendapat perhatian.
“Kalau kita bicara stok beras di Bulog, masyarakat juga harus memahami bahwa tidak bisa memilih kualitas tertentu. Bulog bertanggung jawab terhadap sekitar 30 persen distribusi beras. Porsi tersebut dijamin tersedia untuk warga Kota Bandung,” ucapnya.
Selain daging ayam, pemerintah juga berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor daging sapi. Langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian pasokan pangan dalam negeri.
Farhan mengatakan, ketergantungan Kota Bandung terhadap pasokan daging sapi impor masih sangat tinggi. Sekitar 98 persen kebutuhan daging sapi masyarakat Kota Bandung disebut masih berasal dari impor, baik untuk kebutuhan pembibitan maupun pasokan daging beku.
“Sekitar 98 persen daging sapi yang dikonsumsi di Kota Bandung masih berasal dari impor, baik dari sisi pembibitan maupun pasokan daging beku,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....