Dua Dekade USB YPKP Bandung, Dari Kampus Unggul menuju Go Internasional
- 27 Agt 2026 19:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dua dekade perjalanan Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen kampus dalam beradaptasi, berinovasi, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dies Natalis ke-20 USB YPKP digelar bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ketua Yayasan YPKP Bandung Prof. Dr. Ricky Agusiady mengatakan, usia 20 tahun USB YPKP tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang YPKP dalam dunia pendidikan tinggi. Perjalanan tersebut telah dimulai sejak 1970 melalui pendirian Akademi Bank Nasional (ABN).
Seiring perkembangan, lembaga pendidikan tersebut berubah menjadi Akubank YPKP, kemudian berkembang menjadi STIE YPKP. YPKP selanjutnya mendirikan Sekolah Tinggi Teknik (STT) YPKP sebelum akhirnya kedua institusi tersebut dilebur menjadi Universitas Sangga Buana pada 2006.
“Ulang tahun ini adalah rasa syukur kita terhadap Allah SWT yang telah membawa perjalanan dari 2006 hingga sekarang, 2026, untuk Universitas Sangga Buana. Perjalanan sejarah dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu tahun 1970, dulu kita mulai dari Akademi Bank,” ujar Ricky, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut Ricky, perjalanan dua dekade USB YPKP ditandai dengan kemampuan institusi mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan. Pengembangan keilmuan tidak hanya mencakup bidang ekonomi dan teknik, tetapi juga merambah ilmu sosial, komunikasi, serta administrasi melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Ia menegaskan, tujuan YPKP untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi swasta berkualitas tetap menjadi pijakan utama. Namun, cara mencapainya harus terus menyesuaikan perkembangan zaman.
Perubahan tersebut antara lain dilakukan melalui pembaruan kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital dan sistem hybrid dalam proses pendidikan.
USB YPKP juga membuka akses pendidikan bagi kalangan pekerja melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut memungkinkan pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki mahasiswa untuk diakui sehingga masa studi dapat ditempuh lebih singkat.
“Kami tidak hanya menerima mahasiswa yang baru lulus SMA, tetapi juga mahasiswa S2 untuk para karyawan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau. Dengan RPL, masa studi mahasiswa karyawan bisa lebih cepat, bahkan hingga 50 persen,” jelasnya.
Ricky menilai capaian USB YPKP selama 20 tahun patut disyukuri, termasuk keberhasilan meraih pengakuan pemerintah dengan predikat unggul. Meski demikian, capaian tersebut tidak boleh membuat institusi berhenti melakukan pembenahan.
“Kami tidak pernah merasa sudah cukup. Perubahan zaman terus terjadi, regulasi pun berubah-ubah. Ketidakpastian itu membuat kami tidak bisa berhenti berpuas diri. Yang penting kami terus berinovasi,” tegasnya.
Bagi Ricky, keberhasilan perguruan tinggi pada akhirnya tidak hanya diukur dari status maupun capaian akademik. Ukuran yang paling penting adalah seberapa besar keberadaan kampus dirasakan manfaatnya dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. “Satu kata saja, berdampak. Berdampak dan dipercaya masyarakat, masyarakat suka dengan kita, ya sudah itu sukses,” ungkap Ricky.
Sementara itu, Rektor USB YPKP Dr. Didin Saepudin mengatakan pencapaian selama dua dekade merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur. Dukungan yayasan, pemerintah, mitra swasta, hingga mitra internasional menjadi bagian penting dalam perjalanan USB YPKP.
Menurut Didin, predikat unggul yang telah diraih justru menjadi landasan untuk menetapkan sasaran yang lebih tinggi. Kampus ke depan diarahkan semakin memperluas jejaring dan meningkatkan relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja.
“Ke depan banyak capaian yang harus kita jadikan target, di antaranya internasionalisasi, kerja sama dengan dunia industri dan dunia usaha, serta bagaimana seluruh stakeholder memberikan kepercayaan kepada USB YPKP,” kata Didin.
Didin juga menjelaskan makna tema Dies Natalis ke-20, “Decade to Decade of Unity for Excellence and Impact.” Tema tersebut membawa tiga pesan utama, yakni kebersamaan, keunggulan, dan dampak.
Unity atau kebersamaan menjadi fondasi yang dinilai telah mengantarkan USB YPKP melewati berbagai fase perkembangan. Sinergi antara yayasan, rektorat, sivitas akademika, mitra, dan stakeholder menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.
“Alhamdulillah selama ini kebersamaan di Universitas Sangga Buana, baik yayasan maupun rektorat serta stakeholder lainnya, bisa beriringan hingga akhirnya kita sampai di titik ini,” ujarnya.
Memasuki usia ke-20, USB YPKP Bandung pun menatap fase baru dengan target memperkuat keunggulan, memperluas jejaring internasional, membangun kemitraan yang lebih erat dengan dunia industri dan usaha, serta memastikan kehadirannya terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....