Disdik Bandung Pastikan Pembangunan SDN 026 Masih Fokus Perizinan
- 26 Agt 2026 18:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan rencana pembangunan SDN 026 masih dalam proses, terutama penyelesaian perizinan. Salah satu yang tengah diurus yakni Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gupron, mengatakan proses perizinan tersebut terus dibahas dan diharapkan segera rampung. Selain PBG, perizinan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga masih dalam proses.
"Kami terus membahas hal tersebut dan berharap PBG segera keluar. Izin dari Dinas Lingkungan Hidup juga sedang diurus," ujar Asep, Rabu 26 Agustus 2026.
Terkait kekhawatiran warga mengenai akses menuju sekolah, Asep mengatakan pihaknya bersama kewilayahan telah memetakan sejumlah jalur yang dapat digunakan para siswa. Menurutnya, akses menuju sekolah tidak hanya melalui Jalan Borobudur.
"Sebenarnya sudah kami petakan bersama pihak kewilayahan. Anak-anak tidak hanya melewati Jalan Borobudur, ada banyak jalur alternatif yang bisa digunakan," katanya.
Ia menyebut, warga yang mengantarkan anak menggunakan kendaraan juga dapat menurunkan anak di lokasi yang memungkinkan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
"Kami juga sudah menyampaikan kepada Bapak RW dan warga. Jika warga membawa kendaraan, bisa berhenti di depan, lalu berjalan kaki. Jaraknya tidak jauh. Ada banyak pilihan rute. Kendaraan bermotor tidak perlu melewati jalan depan Kelurahan Cibaduyut," jelasnya.
Asep juga menegaskan, rencana tersebut bukan pembangunan sekolah baru, melainkan pemindahan SDN 026 ke lokasi yang dinilai lebih layak.
Menurutnya, apabila sekolah tetap digabung dengan sekolah yang sudah ada, luas lahan yang tersedia hanya sekitar 700 meter persegi. Kondisi tersebut dinilai tidak cukup untuk menunjang kebutuhan ruang belajar dan aktivitas siswa.
"Tolong diluruskan dulu, ini bukan membangun sekolah baru, melainkan memindahkan sekolah yang sudah ada. Kalau digabung ke sekolah yang sudah ada, lahannya hanya 700 meter persegi, tidak cukup dan tidak sehat secara lingkungan untuk anak-anak," ujarnya.
Sementara itu, bangunan sekolah lama direncanakan akan dialihfungsikan menjadi taman kanak-kanak (TK). Sedangkan lokasi sekolah yang baru disebut memiliki lahan lebih luas sehingga siswa dapat melakukan aktivitas olahraga dan kegiatan lainnya di dalam lingkungan sekolah.
"Yang baru luas, anak-anak bisa berolahraga di dalam lingkungan sekolah sendiri, aman dan nyaman," katanya.
Asep menargetkan proses pembangunan dapat mulai berjalan dan sekolah bisa digunakan pada tahun ajaran baru mendatang. Namun, kepastian waktunya masih bergantung pada terbitnya PBG.
"Insya Allah pertengahan September, tergantung keluarnya PBG. Kami berharap tahun ajaran baru depan sudah bisa digunakan," tandasnya.
.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....