Musda VI Demokrat Jabar Jadi Momentum Bangkit dan Kembalikan Kejayaan Partai

  • 25 Agt 2026 00:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO. ID, Bandung - Partai Demokrat Jawa Barat menghadapi pekerjaan rumah besar setelah Musyawarah Daerah (Musda) VI. Bukan hanya soal kepemimpinan periode 2026–2031, tetapi bagaimana partai membangun kembali kekuatan politiknya untuk menghadapi Pemilu 2029.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, mengatakan pengalaman dan dinamika yang terjadi selama perjalanan partai harus menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi baru.

Menurut Anton, Demokrat Jabar tidak boleh terus terjebak pada masa lalu. Berbagai kekurangan harus diperbaiki, sementara capaian yang sudah baik perlu dipertahankan dan dikembangkan.

"Kita harus menjadikan pengalaman yang sudah kita lalui sebagai bahan evaluasi. Jangan terus melihat ke belakang, tetapi bagaimana kita menyusun strategi baru," kata Anton dalam Musda VI Demokrat Jabar di Kota Bandung, Senin 24 Agustus 2026 malam.

Anton juga menilai soliditas internal menjadi salah satu faktor penting untuk mengembalikan kekuatan Demokrat di Jawa Barat. Perbedaan karakter daerah, adat, strategi maupun pandangan politik disebutnya sebagai hal yang wajar dalam organisasi.

Namun, perbedaan tersebut tidak boleh membuat kader terpecah setelah keputusan Musda ditetapkan.

"Berbeda dalam satu gagasan, satu dalam perjuangan," ujar Anton.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Demokrat Jawa Barat atas berbagai kekurangan selama menjalankan kepemimpinan.

Jika kembali dipercaya memimpin DPD Demokrat Jabar periode 2026–2031, Anton menyatakan ingin membawa partai memasuki babak baru dengan memperbaiki kekurangan, memperkuat capaian yang sudah ada, sekaligus membangun kekuatan baru.

"Target besarnya adalah mengembalikan kepercayaan diri kader dan menyiapkan Demokrat Jawa Barat menghadapi Pemilu 2029," katanya.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah paling strategis bagi partainya.

Menurut AHY, posisi Jawa Barat tidak hanya penting karena besarnya basis politik dan pemilih, tetapi juga karena kekuatan Demokrat di provinsi ini akan berpengaruh terhadap posisi partai secara nasional.

"Jawa Barat adalah salah satu jangkar utama Partai Demokrat," kata AHY.

Karena itu, Musda VI dinilai harus menjadi momentum untuk kembali merapatkan barisan. Perbedaan di internal partai, menurut AHY, tidak boleh berkembang menjadi persoalan yang justru melemahkan organisasi.

"Jangan menjadikan perbedaan internal sebagai alasan untuk memecah kekuatan partai," ujarnya.

AHY menekankan konsolidasi harus dilakukan secara demokratis, rasional, dan bermartabat dengan mengutamakan kepentingan organisasi, bukan kepentingan individu.

Selain persoalan soliditas, Demokrat Jabar juga didorong memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan politik, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader.

"Partai harus menjadi partai modern yang tetap mengakar kepada masyarakat," kata AHY.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan Demokrat Jabar tidak berhenti setelah kepemimpinan DPD periode 2026–2031 terbentuk. Konsolidasi organisasi dan peningkatan kapasitas kader menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi politik berikutnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Musda VI Demokrat Jabar mengingatkan perjalanan politik Demokrat, termasuk warisan kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dedi menilai perjalanan politik SBY menunjukkan bahwa proses politik harus ditempuh melalui mekanisme demokrasi. Ia juga mengaitkan perjalanan tersebut dengan sejumlah gagasan, seperti pemberantasan korupsi, pengembangan demokrasi dan penegakan hukum, serta keadilan distribusi ekonomi.

"Perjalanan politik itu tidak selalu harus diukur dari kemenangan. Demokrasi juga mengajarkan kita untuk menerima kritik, menghadapi kekalahan, dan belajar dari dinamika politik," kata Dedi.

Dedi juga mengingatkan posisi Demokrat dalam sejarah politik Jawa Barat. Ia menyebut Demokrat pernah meraih 28 kursi di Jawa Barat dan menjadi salah satu kekuatan politik besar di provinsi tersebut.

"Demokrat pernah meraih 28 kursi di Jawa Barat dan menjadi salah satu kekuatan politik besar di Jawa Barat," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....