Kadisdik Jabar Minta Kepala Sekolah Bawa Hasil Pelatihan BCKS Jadi Aksi Nyata
- 24 Agt 2026 19:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan pelatihan bagi calon kepala sekolah (BCKS) harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan para kepala sekolah agar tidak menjadikan pelatihan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi tanpa tindak lanjut setelah kembali ke satuan pendidikan.
“Jangan sampai Bapak dan Ibu mengikuti pelatihan BCKS, pulang ke sekolah, kemudian semuanya berjalan seperti biasa tanpa perubahan. Setelah mengikuti pelatihan, harus ada proyek perubahan,” kata Purwanto saat membuka Pelatihan BCKS Provinsi Jawa Barat di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan jabar, Senin 24 Agustus 2026.
Menurut Purwanto, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pendidikan diterapkan secara konkret di tingkat satuan pendidikan. Karena itu, wawasan yang diperoleh selama pelatihan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam tata kelola sekolah maupun pembelajaran.
Pelatihan BCKS tersebut diikuti 416 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta terdiri atas empat orang dari jenjang TK, 207 SD, 90 SMP, 68 SMA, 43 SMK, dan empat SLB. Khusus peserta dari jenjang SMA, SMK, dan SLB, mereka sebelumnya telah dilantik sebagai kepala sekolah oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 29 Oktober 2025. Surat keputusan pengangkatan dan mutasi kepala sekolah diserahkan di Gedung Sate.
Dengan demikian, pelatihan BCKS menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas para kepala sekolah yang telah menjalankan tugas kepemimpinan di sekolah masing-masing. “Selama menjadi kepala sekolah, harus ada perubahan yang dapat dilihat. Jangan sampai sekolah sekarang masih sama seperti ketika kita dulu bersekolah,” katanya.
Purwanto juga menyoroti peran kepala sekolah dalam mengawal kualitas pembelajaran. Menurutnya, kepemimpinan sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada urusan administrasi. Kepala sekolah, kata dia, harus mengetahui bagaimana proses pembelajaran berlangsung, bagaimana guru mengajar, hingga pengalaman belajar yang diterima peserta didik.
“Jadikan semua lingkungan satuan pendidikan yang terlihat oleh anak-anak itu menjadi kurikulum. Biar setiap hari anak-anak mendapat stimulasi nilai-nilai yang positif, baik kebersihan maupun pembiasaannya,” tuturnya.
Perhatian juga diberikan terhadap kondisi kantin sekolah. Purwanto meminta sekolah memastikan makanan dan minuman yang tersedia mendukung program makanan sehat dan bergizi bagi peserta didik. “Setiap makanan dan minuman yang masuk ke kantin harus dikurasi. Minimal selama pembelajaran di sekolah, selama lima hari itu, anak-anak makan dan minumannya sehat,” katanya.
Purwanto berharap hasil pelatihan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan. Setiap kepala sekolah diminta menyusun dan menjalankan proyek perubahan yang memiliki hasil konkret. “Biar benar-benar harapan dari kementerian melalui BCKS ini tercapai. Jangan hanya ikut pelatihan, pulang ke sekolah, kemudian biasa-biasa saja,” ucapnya.
Salah seorang peserta, Kepala SMA Negeri 1 Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Aman Suratman, menilai pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kompetensinya setelah sekitar 10 bulan menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. “Dengan adanya pelatihan ini, pengetahuan dan keterampilan kami akan semakin kuat, terutama dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan pekerjaan di lapangan,” ujar Aman.
Ia optimistis bekal yang diperoleh dari pelatihan dapat mendukung upaya melakukan pembenahan di sekolah yang dipimpinnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....