115 Pedagang Terdampak Pembangunan Depo BRT Cicaheum Kompensasi hingga 14 Juta

  • 24 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 115 pedagang yang terdampak pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, mendapatkan kompensasi dengan nilai bervariasi. Besaran kompensasi mulai dari Rp7 juta, Rp9 juta, hingga Rp14 juta, tergantung luas bangunan, status kontrak, dan jenis usaha yang dijalankan.

Kadishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan pemberian kompensasi tersebut menjadi bagian dari proses penataan kawasan yang akan digunakan untuk pembangunan depo BRT.

‎"Iya, karena sudah dikasih kompensasi, jadi dikasih waktu untuk dibongkar mandiri. Kan mau dibangun depo BRT. 115 kalau tidak salah," ujar Rasdian, Senin 24 Agustus 2026.


‎Rasdian menjelaskan, besaran kompensasi dibedakan berdasarkan status para pedagang. Pedagang yang memiliki kontrak mendapatkan kompensasi kehilangan pendapatan serta penilaian atau appraisal terhadap bangunan yang telah didirikan.

‎‎Sementara itu, pedagang yang tidak memiliki kontrak hanya mendapatkan kompensasi atas kehilangan pendapatan.

‎‎"Di situ ada variasi. Ada yang berkontrak dan tidak berkontrak. Yang berkontrak, selain kompensasi kehilangan pendapatan, hasil kajian Kemenhub juga dikasih appraisal bangunan yang sudah dibangun. Yang tidak berkontrak hanya dikasih kompensasi kehilangan pendapatan," jelasnya.

‎‎Pembagian kompensasi telah dimulai sejak Jumat pekan lalu. Bagi penerima yang belum mengambil kompensasi karena alasan tertentu, Pemkot Bandung akan memberikan pendampingan ke Bank BJB untuk memastikan hak mereka tetap dapat diterima.

‎‎Rasdian menegaskan, seluruh 115 pedagang terdampak ditargetkan menerima kompensasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.


‎Sementara itu, proses pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh para pedagang. Kebijakan tersebut diterapkan agar proses penataan tidak terkesan sebagai penertiban secara paksa.

‎‎Pedagang juga diperbolehkan membawa kembali material atau perlengkapan yang masih dapat digunakan, seperti seng, kusen, dan barang lainnya. Adapun yang menjadi objek penilaian adalah bangunan yang berada di lokasi.

‎‎"Pembangunan sudah dimulai. Pembagian tugasnya, Pemerintah Kota Bandung bertanggung jawab memberikan kompensasi warga terdampak di Cicaheum dan melakukan pengawasan selama pembangunan. Sementara pelaksanaan teknis sudah diserahkan kepada pelaksana proyek," katanya.

‎‎Rasdian menyebut proses pembongkaran mandiri saat ini sudah berjalan. Pemasangan patok di lokasi juga telah dilakukan. Setelah pembongkaran selesai, kawasan akan ditutup dan pembangunan depo BRT segera dilanjutkan.

‎‎"Pembongkaran sudah berjalan. Setelah pembongkaran selesai, langsung dilanjutkan pembangunan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....