Yonkav Buka Ruang Kolaborasi untuk Disabilitas, dari Upacara hingga Olahraga
- 23 Agt 2026 19:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Yonkav 4/Kijang Cakti Bandung tidak hanya menghadirkan upacara dan perlombaan. Satuan TNI AD tersebut juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas, mulai dari edukasi alutsista hingga peluang pemanfaatan fasilitas olahraga.
Gagasan itu mengemuka dalam kegiatan yang diikuti sekitar 165 penyandang disabilitas dan dhuafa dari wilayah Bandung Raya, Sabtu 23 Agustus 2026.
Komandan Yonkav 4/Kijang Cakti Letkol Kav Miftakhurohman mengatakan kemerdekaan harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, pihaknya menyambut kegiatan yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam perayaan kemerdekaan.
“Harapannya kemerdekaan ini untuk semua pihak, semua level dan seluruh masyarakat, termasuk adik-adik kita yang saat ini sedang merayakan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81,” ujar Miftakhurohman.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengikuti upacara. Mereka berbagai perlombaan, juga diperkenalkan dengan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki Yonkav 4/Kijang Cakti.
Miftakhurohman mengatakan pengenalan tersebut merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar dapat melihat dan mengenal lebih dekat peralatan yang digunakan TNI.
“Kita melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat bahwa alutsista ini bisa dilihat dan dikenalkan kepada masyarakat. Adik-adik yang hadir bisa melihat alutsista yang dimiliki Yonkav 4/Kijang Cakti,” katanya.
Lebih jauh, Yonkav 4/Kijang Cakti membuka peluang kerja sama dengan komunitas olahraga disabilitas. Fasilitas yang tersedia di lingkungan satuan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, termasuk latihan menembak dan kegiatan lain yang memungkinkan sesuai ketentuan.
“Kita bisa berkolaborasi, misalnya melaksanakan latihan bersama. Kalau ada atlet-atlet disabilitas yang bisa melaksanakan latihan bersama, kami persilakan,” ujarnya.
Ruang kolaborasi itu menjadi bagian penting dari kegiatan yang sejak awal memang dirancang agar penyandang disabilitas tidak sekadar menjadi penonton.
Koordinator kegiatan, Letkol Inf. Mansur Kole, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menghadirkan pengalaman perayaan kemerdekaan secara langsung bagi penyandang disabilitas dan dhuafa.
“Alhamdulillah hari ini, 23 Agustus, kita melaksanakan kegiatan upacara untuk inklusi disabilitas dan dhuafa. Kita ingin seluruh saudara kita yang disabilitas bisa merasakan, bukan hanya menjadi penonton,” ujar Mansyur.
Perhatian tersebut, kata Mansyur, tidak hanya diberikan pada momentum Hari Kemerdekaan. Komunitas secara rutin mengunjungi penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan.
Dari upacara, pengenalan alutsista hingga peluang pengembangan olahraga disabilitas, ruang partisipasi tersebut memperlihatkan satu pesan utama: kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan untuk membuka akses dan membangun kebersamaan bagi seluruh warga negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....