UPI Serahkan 1.018 Modul untuk Mendukung Sekolah Rakyat

  • 22 Agt 2026 09:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyerahkan sebanyak 1.018 modul pembelajaran kepada Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Ribuan bahan ajar tersebut mencakup 177 mata pelajaran untuk jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.

Penyerahan modul dilakukan dalam kegiatan Serah Terima Modul Pembelajaran Sekolah Rakyat yang digelar di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bedah buku Muslim Chaplaincy Indonesia: Bimbingan Rohani Muslim Berbasis Profesional, Arsitektur Ramah dalam Ruang Publik.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI Prof. Dr. Rudy Susilana mengatakan, penyusunan modul merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung kebutuhan pendidikan peserta didik Sekolah Rakyat. Proses penyusunan melibatkan akademisi UPI, unsur Sekolah Rakyat, serta sejumlah pihak terkait.

“Penyusunan modul ini bukan sekadar pekerjaan akademik, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun pendidikan bagi anak-anak Sekolah Rakyat,” ujar Rudy, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut Rudy, keterlibatan UPI dalam program tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan kompetensi dan kepakaran perguruan tinggi agar dapat menjawab kebutuhan pembelajaran di lapangan. Dengan kolaborasi tersebut, sumber daya akademik UPI dapat diterapkan dalam menghasilkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tenaga pendidik.

Dari total 1.018 modul yang diserahkan, sebanyak 322 modul berasal dari 63 mata pelajaran yang diselesaikan pada 2025. Sementara itu, 696 modul lainnya berasal dari 114 mata pelajaran yang dikembangkan pada 2026.

Jika berdasarkan jenjang pendidikan, keseluruhan modul tersebut mencakup 73 mata pelajaran untuk tingkat SD, 44 mata pelajaran untuk SMP, dan 60 mata pelajaran untuk SMA. Seluruh bahan ajar selanjutnya akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS) sehingga dapat diakses secara digital oleh guru maupun peserta didik.

Pemanfaatan LMS diharapkan tidak hanya mempermudah akses terhadap materi pembelajaran, tetapi juga memberikan ruang untuk pengembangan bahan ajar secara berkelanjutan. Modul dapat dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran berdasarkan pengalaman penerapannya di Sekolah Rakyat.

Rudy menegaskan, UPI juga siap melanjutkan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat melalui sumber daya akademik dan tenaga pendidik yang dimiliki. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menerapkan keilmuan dan kepakarannya dalam menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico menyampaikan apresiasi atas dukungan UPI dan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, keberadaan bahan pembelajaran merupakan salah satu unsur penting yang dibutuhkan agar proses pendidikan dapat berjalan secara optimal.

“Sekolah membutuhkan murid. Murid membutuhkan sekolah. Sekolah membutuhkan guru. Dan semuanya membutuhkan bahan pembelajaran atau modul ajar,” kata Robben.

Robben menegaskan, modul yang telah disusun tidak berhenti sebagai produk setelah diserahkan kepada Kemensos. Bahan ajar tersebut akan terus ditinjau berdasarkan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik di lapangan.

“Modul ini bukan produk yang kemudian selesai. Setelah digunakan, kita evaluasi, kita lihat apa yang masih kurang dan kemudian kita sempurnakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi akademik. Pembentukan karakter serta pendampingan mental, spiritual, dan psikososial juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan para peserta didik.

Robben menyebut perkembangan peserta didik Sekolah Rakyat telah terlihat dalam sejumlah bidang. Beberapa di antaranya ditunjukkan melalui prestasi dalam olimpiade, olahraga, hingga keterlibatan peserta didik sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional.

Kolaborasi antara UPI dan Kemensos melalui penyusunan 1.018 modul tersebut sekaligus menjadi gambaran peran perguruan tinggi dalam mendukung program pendidikan pemerintah. Bagi UPI, keterlibatan ini juga sejalan dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui keilmuan dan kepakaran akademik.

Ke depan, kerja sama tersebut masih terbuka untuk dikembangkan melalui penyempurnaan bahan ajar, dukungan tenaga pendidik, serta pemanfaatan sumber daya akademik sesuai dengan kebutuhan Sekolah Rakyat. UPI berharap kontribusi tersebut dapat membantu memperkuat proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik Sekolah Rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....