HIPMI Cimahi Siapkan Ekosistem agar Bisnis Anak Muda Berkembang
- 21 Agt 2026 05:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Pengembangan wirausaha muda di Kota Cimahi mulai diarahkan pada pola pembinaan yang tidak berhenti setelah pelatihan atau kompetisi selesai. HIPMI Kota Cimahi mendorong terciptanya ekosistem usaha yang memungkinkan peserta mendapatkan pendampingan, akses permodalan, serta jaringan untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Konsep tersebut diterapkan melalui Grand Final HIPMI Berkarya Challenge 2026 di Gadespace Cimahi, Rabu 19 Agustus 2026. Kompetisi tersebut dirancang bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga menjembatani ide bisnis anak muda dengan proses inkubasi dan pengembangan usaha.
Ketua BC HIPMI Kota Cimahi Aria Putra Perdana mengatakan, banyak anak muda sebenarnya memiliki gagasan bisnis yang potensial, tetapi tidak selalu mempunyai ruang dan dukungan untuk merealisasikannya. Karena itu, Berkarya Challenge dirancang sebagai pintu masuk bagi peserta untuk membawa ide mereka dari konsep menuju usaha yang nyata.
“Berkarya Challenge bukan hanya sebuah kompetisi, namun merupakan sebuah ekosistem untuk membuat adanya keberlanjutan setelah kompetisi usai,” ujar Aria.
Menurut Aria, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam program tersebut karena perjalanan seorang pengusaha tidak selesai ketika kompetisi berakhir. HIPMI Kota Cimahi menyiapkan program lanjutan, termasuk Berkarya Institut, sebagai bagian dari upaya menjaga peserta tetap mendapatkan pembinaan setelah mengikuti kompetisi.
Ia juga mendorong peserta tidak hanya mengejar hadiah yang disediakan dalam kompetisi. Kesempatan membangun jaringan, memperoleh pengalaman, mendapatkan pendampingan, dan membuka akses permodalan dinilai jauh lebih penting untuk perjalanan bisnis dalam jangka panjang.
Wakil Wali Kota Cimahi Adithia Yudhistira mengapresiasi pola pengembangan wirausaha yang menggabungkan kompetisi dengan proses inkubasi. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi prototipe bagi pemerintah daerah dalam membangun program pengembangan UMKM yang berorientasi pada hasil.
“Ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana proses inkubasi UMKM di Kota Cimahi bisa berjalan,” ucap Adithia.
Adithia menjelaskan, peserta tidak hanya didorong menyusun gagasan bisnis, tetapi juga diarahkan untuk membuat perencanaan usaha, memperoleh akses modal, menjalankan bisnis, dan mengikuti proses pendampingan. Tahapan tersebut penting agar ide yang dinilai potensial benar-benar dapat diuji melalui aktivitas usaha secara langsung.
Ia menilai pengembangan UMKM tidak cukup dilakukan dengan memperbanyak kegiatan pelatihan tanpa tindak lanjut. Program yang disertai aksi nyata dan pendampingan dinilai lebih mampu mendorong munculnya pelaku usaha baru sekaligus meningkatkan daya tahan bisnis yang sudah dirintis.
“Daripada kita terus membuat acara pelatihan, lebih baik dikemas dengan aksi-aksi nyata seperti ini untuk membangkitkan gairah UMKM di Kota Cimahi,” katanya.
Adithia berharap kolaborasi antara Pemkot Cimahi, HIPMI, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menciptakan iklim kewirausahaan yang sehat. Menurutnya, keberhasilan satu usaha yang dirintis anak muda dapat menjadi pemicu munculnya usaha-usaha baru sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Berkarya Challenge 2026 akhirnya tidak hanya menjadi panggung untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun rantai pembinaan wirausaha muda di Cimahi.
Dari sebuah ide, peserta diharapkan mampu melewati proses inkubasi hingga memiliki bisnis yang bertahan, menghasilkan keuntungan, dan berkembang menjadi usaha yang lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....