Ngatiyana Minta Kantor RW 25 Melong Jadi Rumah Bersama bagi Masyarakat
- 21 Agt 2026 04:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta Kantor RW 25 Kelurahan Melong tidak sekadar menjadi tempat kegiatan administratif, tetapi berkembang menjadi rumah bersama bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat peresmian Kantor RW 25 pada Rabu 19 Agustus 2026 dengan harapan fasilitas lingkungan itu mampu mendorong partisipasi dan pemberdayaan warga.
Menurut Ngatiyana, kantor RW harus memiliki fungsi yang lebih luas karena lingkungan merupakan tempat pertama masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan. Kehadiran fasilitas tersebut harus mampu membuka ruang komunikasi yang lebih intensif antara pengurus lingkungan dengan masyarakat.
“Kantor RW harus menjadi tempat warga mendapatkan informasi, menyampaikan aspirasi, melakukan koordinasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lingkungan,” ujar Ngatiyana.
Selain meningkatkan pelayanan, Ngatiyana menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan organisasi kemasyarakatan di tingkat RW. Pengurus diminta terbuka mengenai program, kegiatan, penggunaan sumber daya serta perkembangan aspirasi masyarakat agar kepercayaan warga tetap terjaga.
“Kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui janji, tetapi lahir dari keterbukaan, komunikasi dan konsistensi dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat,” ucapnya.
Ngatiyana menilai keterbukaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat antara pengurus lingkungan dan masyarakat. Ketika komunikasi berjalan baik, berbagai potensi kesalahpahaman maupun kecurigaan dapat ditekan sejak awal.
Kantor RW 25 juga diharapkan menjadi pusat berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Melong. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pemuda, Posyandu, keagamaan, sosial, pemberdayaan perempuan, musyawarah warga hingga kegiatan gotong royong.
Dengan semakin banyaknya aktivitas masyarakat di kantor RW, interaksi antarwarga diharapkan semakin kuat. Kondisi itu sekaligus dapat memperkuat semangat gotong royong sebagai modal sosial dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.
Ngatiyana juga meminta pengurus RW memiliki kepekaan terhadap persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Respons cepat melalui dialog dan musyawarah dinilai lebih efektif untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kalau ada persoalan di tengah masyarakat, jangan menunggu sampai masalahnya besar,” tegas Ngatiyana.
Ia menambahkan, keberadaan RW sangat penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah. Karena berada paling dekat dengan warga, pengurus RT dan RW dinilai memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Pemerintah Kota Cimahi tidak bisa bekerja sendiri, kami membutuhkan seluruh elemen masyarakat sebagai mitra pemerintah,” katanya.
Ngatiyana mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Kantor RW 25 Kelurahan Melong melalui semangat gotong royong. Ia berharap fasilitas tersebut tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Semoga Kantor RW 25 ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan menjadi bagian dari langkah kita mewujudkan Cimahi yang MANTAP serta masyarakat yang makin hepi,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....