Husein Sastranegara Buka, Pemkot Bandung Targetkan 1 Juta Penumpang

  • 19 Agt 2026 15:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kembali beroperasinya penerbangan jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung menjadi salah satu modal Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menarik investasi.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, dampak pembukaan kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara terhadap sektor pariwisata dan investasi masih terus dievaluasi. Meski demikian, ia optimistis kembalinya konektivitas udara akan semakin memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu destinasi wisata utama.

‎“Euforianya sih dapat. Tapi realisasinya ini memang belum kita ukur dengan benar,” kata Farhan di Hotel Grandia, Kota Bandung, Rabu 19 Agustus 2026.

‎Farhan menyebut, hingga saat ini Kota Bandung telah mencatat sekitar 12 juta kunjungan wisatawan. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga mencapai 23-24 juta kunjungan pada akhir 2026.

‎Menurutnya, salah satu indikator yang masih menjadi bahan evaluasi adalah pengalaman penumpang atau customer experience setelah Bandara Internasional Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan jet.

‎“Sejauh ini Kota Bandung itu sudah mendapatkan 12 juta kunjungan. Kami perkirakan sampai bisa 23-24 juta kunjungan di akhir tahun,” ucapnya.

‎Pemkot Bandung juga memasang target cukup ambisius untuk operasional penerbangan jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara. Pada tahun pertama, bandara tersebut ditargetkan mampu melayani sedikitnya 1 juta penumpang.

‎Target tersebut setara dengan rata-rata sekitar 3.000 penumpang per hari. Sementara kapasitas terpasang Bandara Internasional Husein Sastranegara disebut dapat mencapai sekitar 2,7 juta penumpang per tahun.

‎Farhan menilai keberadaan bandara akan semakin memperkuat konektivitas Kota Bandung. Terlebih, Bandung juga telah memiliki jaringan transportasi kereta api dan jalan tol yang mendukung mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

‎“Bandung sudah sangat terkoneksi dengan sangat baik,” ucapnya.

‎Konektivitas yang semakin kuat diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan domestik, tetapi juga mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.

‎Farhan meyakini peningkatan kunjungan wisatawan asing dapat menjadi pintu masuk bagi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Kota Bandung.

‎Meski optimistis terhadap potensi pariwisata dan konektivitas, Farhan menilai Bandung masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbesar arus investasi asing.

‎Salah satu strategi yang ingin didorong adalah menjadikan Bandung sebagai financial hub. Menurutnya, posisi tersebut dapat memperkuat ekosistem investasi di Bandung, mulai dari sektor asuransi, saham hingga berbagai instrumen surat berharga lainnya.

‎“Kalau Bandung sudah jadi financial hub, asuransi, saham dan surat berharga lainnya, investasi asing pasti akan masuk lebih banyak,” jelasnya.

‎Langkah tersebut sejalan dengan visi Farhan menjadikan Bandung sebagai technology hub. Penguatan sektor finansial dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang mampu menopang pertumbuhan industri teknologi.

‎Dengan kombinasi konektivitas transportasi, pariwisata, pendidikan tinggi, teknologi, dan sektor finansial, Pemkot Bandung berharap kota ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga semakin menarik sebagai tujuan investasi.

‎“Target kita setahun pertama ini minimal bisa dapat 1 juta penumpang. Mudah-mudahan ini bisa bertambah dengan signifikan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....