Anggaran Rp61,1 Triliun Disiapkan, Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pendidikan
- 18 Agt 2026 20:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan anggaran sebesar Rp61,1 triliun untuk tahun anggaran 2027. Anggaran tersebut akan difokuskan pada upaya memperluas pemerataan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Arah kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam konferensi pers mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan 2027 di Jakarta.
“Dukungan anggaran Kemendikdasmen akan diarahkan untuk menjalankan berbagai program kerja prioritas nasional di sektor pendidikan dasar dan menengah. Pemerintah ingin memastikan persoalan akses, kualitas pembelajaran, fasilitas pendidikan hingga kesejahteraan guru mendapat perhatian secara bersamaan,” kata Atip dalam keterangannya, Selasa 18 Agustus 2026.
Salah satu agenda yang menjadi prioritas adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program tersebut ditujukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas sarana serta prasarana sekolah. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh satuan pendidikan penerima manfaat, sebagai bagian dari kebijakan revitalisasi sekolah yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Di sisi pemerataan akses, Kemendikdasmen juga mendorong penyelenggaraan wajib belajar sekurang-kurangnya pada jenjang pendidikan dasar dengan prinsip tidak memungut biaya. Pemerintah turut menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah dan pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) guna memperluas kesempatan belajar.
Transformasi sistem pembelajaran menjadi perhatian lainnya. Melalui program Digitalisasi Pembelajaran, teknologi akan semakin dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar dan memberikan akses lebih luas terhadap berbagai sumber pembelajaran berkualitas, baik bagi siswa maupun guru.
Kemendikdasmen juga menempatkan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian penting dari kebijakan anggaran 2027. Peningkatan kesejahteraan guru non-ASN menjadi salah satu dukungan yang disiapkan, sejalan dengan bertambahnya jumlah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik di sekolah negeri maupun swasta.
Untuk memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap dapat mengenyam pendidikan, pemerintah melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP). Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 18 juta peserta didik berdasarkan data penerima manfaat.
Selain bantuan bagi siswa, penguatan kapasitas pendidik dilakukan melalui pengembangan Studio Guru serta sejumlah program peningkatan kompetensi. Di antaranya Pendidikan Profesi Guru (PPG), beasiswa kualifikasi akademik S1/D4 bagi guru, serta pelatihan di bidang STEM, MIPA, Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi Pembelajaran.
Program afirmasi juga tetap menjadi bagian dari kebijakan Kemendikdasmen. Pemerintah akan melanjutkan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), termasuk bagi peserta didik dari wilayah afirmasi dan anak-anak pekerja migran Indonesia.
Dukungan pendidikan turut diberikan kepada siswa berprestasi, sementara layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia di luar negeri melalui Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) akan terus diperkuat.
Pada sektor pendidikan vokasi, pemerintah menargetkan peningkatan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia industri. Penguatan kompetensi tersebut juga menyasar pendidik dan tenaga kependidikan agar proses pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja.
Sementara dalam aspek karakter dan pengembangan potensi siswa, Kemendikdasmen akan melanjutkan program pendidikan karakter serta pembinaan bakat, talenta dan prestasi peserta didik. Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga masuk dalam agenda 2027. Untuk jenjang SMA, pelaksanaan TKA akan memasuki tahun kedua sebagai salah satu instrumen dalam ekosistem evaluasi pendidikan.
Atip menegaskan keseluruhan kebijakan tersebut diarahkan pada satu tujuan, yakni menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara lebih merata oleh seluruh anak Indonesia. “Berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen Kemendikdasmen untuk menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” kata Atip.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....