KBB Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Maggot dan Peternakan Unggas

  • 18 Agt 2026 20:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendorong percepatan penanganan sampah sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan konsep ekonomi sirkular berbasis green farming. Upaya tersebut diwujudkan melalui fasilitas Budidaya Unggas Terpadu dan Pengelolaan Sampah Organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) yang berada di Komplek PPR ITB, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang.

Fasilitas itu diresmikan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Selasa 18 Agustus 2026. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkab Bandung Barat dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Bersemi Farm, serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bank Mandiri Taspen dan Danantara Indonesia.

Jeje menilai kerja sama lintas sektor tersebut menjadi salah satu contoh penerapan teknologi tepat guna dalam mengubah persoalan sampah menjadi sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Apa yang kita lihat hari ini merupakan contoh konkret penanganan sampah berbasis solusi. Sampah organik yang selama ini menjadi persoalan, kini mampu dikelola dan dimanfaatkan melalui budidaya maggot yang terintegrasi langsung dengan peternakan unggas,” kata Jeje.

“Sistem ini memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat, sejalan dengan program Pemkab Bandung Barat untuk menyelaraskan kelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi warga," imbuhnya.

Konsep yang diusung melalui program “Dari Sampah Menjadi Gizi” tersebut tidak berhenti pada pengolahan sampah. Rangkaian prosesnya juga terintegrasi dengan produksi telur ayam kampung serta pemanfaatan sisa budidaya maggot atau kasgot sebagai pupuk organik untuk tanaman hortikultura.

Dalam pengoperasiannya, fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 200 hingga 250 kilogram sampah organik setiap hari melalui media biopond maggot BSF. Hasil budidaya maggot kemudian dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ayam.

Sementara itu, sistem peternakan unggas dikembangkan secara terpadu untuk menghasilkan telur ayam kampung petelur. Residu dari proses budidaya maggot berupa kasgot juga kembali dimanfaatkan sebagai pupuk, sehingga terbentuk siklus produksi yang saling terhubung.

Pemkab Bandung Barat berharap model tersebut dapat diterapkan lebih luas di tingkat masyarakat. Selain membantu mengurangi sampah yang berakhir di TPA, sistem ini dinilai berpotensi menekan kebutuhan biaya pakan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi warga.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular tersebut, pengelolaan lingkungan diharapkan tidak hanya menghasilkan kawasan yang lebih bersih, tetapi juga memberikan manfaat langsung terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....