11 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, DLH Lakukan Perawatan Intensif

  • 18 Agt 2026 12:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 11 pohon di Jalan Pahlawan, depan Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, ditemukan mengalami pengelupasan kulit batang. Tindakan tersebut diduga merupakan perusakan, bukan perawatan, karena pengelupasan hingga memutus bagian kambium dapat membahayakan bahkan menyebabkan pohon mati.

‎‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan masyarakat dan menemukan informasi terkait kondisi pohon tersebut di media sosial.

‎"Kami menerima laporan warga dan temuan di media sosial adanya indikasi perusakan pohon. Kemarin kami periksa dan ternyata benar di Jalan Pahlawan. Kami harap tidak terjadi di tempat lain. Jika ada yang serupa, mohon segera laporkan kepada kami," ujar Darto saat ditemui di Jalan Pahlawan, Selasa 18 Agustus 2026.


‎Menurut Darto, bagian batang pohon yang terkelupas harus segera ditangani untuk mencegah kerusakan semakin parah. Jika dibiarkan, bagian batang yang terluka berpotensi mengering dan meningkatkan risiko pohon tumbang.

‎‎"Jika dibiarkan, batang bisa kering lalu tumbang. Itulah sebabnya kami segera tangani dan tutup luka pohon untuk mencegah jamur sekaligus memberi sinyal agar tidak ada yang mengulangi perbuatan serupa," katanya.

‎‎DLH melakukan perawatan dengan menggunakan cairan antijamur serta bahan yang membantu merangsang pertumbuhan jaringan baru. Bagian batang yang terluka diolesi Antrakol, kemudian dibalut menggunakan karung yang tetap memungkinkan batang bernapas.

‎"Kami merawatnya dengan cairan antijamur serta perangsang tumbuhnya kambium baru, diolesi Antrakol lalu dibalut karung yang tetap bernapas. Tali pengikat menggunakan tali aren agar awet dan tidak mencekik batang. Perawatan intensif direncanakan berlangsung minimal tiga bulan," ucapnya.

‎‎Darto mengatakan pihaknya masih mencari pihak yang melakukan pengelupasan kulit pohon tersebut. Hingga kini, pelaku belum diketahui.

‎‎"Sedang kami cari, belum diketahui. Tindakan ini jelas merusak pohon. Siapa pun dilarang melakukannya di Kota Bandung," tegasnya.

‎‎Pemkot Bandung akan melakukan penanganan secara bertahap, mulai dari pembinaan dan pengawasan hingga tindakan hukum apabila diperlukan.

‎‎"Benar. Urutannya pembinaan terlebih dahulu, lalu pengawasan, hingga ke tindakan hukum jika diperlukan. Kami akan mulai dari pembinaan agar tidak terulang. Kami butuh dukungan informasi dari masyarakat," katanya.

‎‎Penanganan terhadap pohon-pohon tersebut melibatkan empat organisasi perangkat daerah (OPD), yakni DLH, DPKP, Satpol PP, dan pihak kecamatan. Perawatan akan dilakukan secara rutin dan perkembangan kondisi pohon dipantau selama tiga bulan ke depan.

‎‎Darto menyebut, kasus pengelupasan kulit pohon tersebut merupakan temuan pertama di lokasi tersebut. Sebagian besar pohon yang terdampak merupakan pohon berukuran cukup besar dan diperkirakan telah tumbuh sejak kawasan Taman Makam Pahlawan Cikutra didirikan.

‎"Pohon-pohonnya cukup besar, diduga sejak kawasan Taman Pemakaman didirikan, jadi sudah cukup lama usianya," ucapnya.

‎‎Sementara itu, Pengelola Taman Kehati Kota Bandung, Deni Hidayatul Mukti, mengatakan petugas telah melakukan penanganan awal dengan membersihkan bagian batang yang terkelupas.

‎"Langkah pertama yang kami lakukan kemarin, bagian batang yang terkelupas kami bersihkan dan diolesi fungisida, lalu dilapisi campuran kapur," katanya.


‎‎Menurutnya, bagian batang yang telah diberi perlakuan kemudian ditutup sebagai bagian dari proses perawatan sekaligus penanda agar tidak kembali dirusak.

‎‎"Penutupan ini sekaligus menjadi penanda agar pelaku tidak mengulangi perbuatan. Pohon ini sedang dalam perawatan. Pemantauan akan dilakukan setiap satu sampai dua minggu. Jika mulai tumbuh kulit baru, berarti kondisinya membaik," jelasnya.

‎‎Deni menyebut terdapat delapan pohon mahoni dan tiga pohon angsana yang terdampak. Selain itu, terdapat satu tanaman hias bunga kertas yang juga mengalami pengelupasan.

‎‎"Untuk bunga kertas tidak terlalu berdampak besar karena termasuk tanaman perdu. Namun secara estetika tetap kurang baik. Kalau terpaksa diganti, lebih baik dengan tanaman yang lebih besar," katanya.

‎‎Dalam perawatan tersebut, Antrakol digunakan sebagai antijamur, sementara kapur kalsium diberikan untuk membantu mencegah serangan jamur sekaligus mendukung pertumbuhan jaringan kulit baru.

‎"Antrakol sebagai antijamur, lalu kapur kalsium. Berfungsi mencegah serangan jamur sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan kulit baru," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....