Veteran dan Masyarakat Tionghoa Tanamkan Nasionalisme ke Pelajar Bandung
- 17 Agt 2026 19:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) bersama Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Barat untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. Kegiatan tersebut digelar di Sekolah Bintang Mulya, Kota Bandung, Senin 17 Agustus 2026.
Melalui program Safari Kebangsaan, MTP dan LVRI Jabar menyambangi sejumlah institusi pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Kegiatan yang telah memasuki tahun kelima tersebut diisi dengan upacara serta penyampaian pesan perjuangan kepada para pelajar.
Koordinator Kegiatan MTP, Herman Widjadja, mengatakan sekolah dipilih sebagai tempat utama pelaksanaan Safari Kebangsaan karena menjadi ruang penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Ia berharap melalui kegiatan ini rasa nasionalisme, kedisiplinan, hingga apresiasi pada pahlawan senantiasa terawat di kalangan pelajar.
“Perayaan 17 Agustusan dengan cara safari ini sudah kelima kalinya kami laksanakan secara bergilir dari sekolah ke sekolah. Tujuannya membangkitkan rasa nasionalisme, menumbuhkan kedisiplinan, sekaligus merawat ingatan akan pengorbanan darah dan air mata para pendahulu kita,” ujar Herman usai memimpin upacara di Sekolah Bintang Mulya, Bandung, Senin 17 Agustus 2026.
Sementara itu, Ketua DPD LVRI Jawa Barat, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Nandang Herawan, mengingatkan para pelajar bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan panjang para pendahulu. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, pembangunan karakter, serta kontribusi positif bagi bangsa.
“Kemerdekaan ini tidak diperoleh secara cuma-cuma, melainkan direbut dengan perjuangan hebat. Kami, para veteran, telah berjuang sejak masa revolusi fisik hingga detik ini demi memastikan kemerdekaan tetap terjaga dan diisi dengan hal-hal baik,” kata Nandang.
Ia menambahkan, bentuk perjuangan pada masa kini telah mengalami perubahan. Jika dahulu perjuangan dilakukan melalui pertempuran bersenjata, generasi muda saat ini menghadapi tantangan melalui kemampuan intelektual, moral, dan karakter.
“Kolaborasi kami dengan lembaga pendidikan dari jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi adalah ikhtiar untuk membentuk generasi muda yang berjiwa kokoh. Kami ingin mereka memiliki karakter nasionalisme, cinta Tanah Air, dan rasa kepemilikan yang mendalam terhadap bangsa ini,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....