Alun-alun Bandung Kembali Dibuka, Pemkot Tekankan Kebersihan dan Ketertiban

  • 17 Agt 2026 13:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung kembali membuka Alun-alun Kota Bandung untuk masyarakat, Senin 17 Agustus 2026, setelah sebelumnya dilakukan evaluasi dan perbaikan sejak awal tahun.

‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat memanfaatkan kembali ruang terbuka publik tersebut sebagai tempat berkumpul, bersantai hingga berpiknik. Namun, ia mengingatkan warga untuk tetap mematuhi aturan, terutama menjaga kebersihan dan kelestarian fasilitas yang tersedia.

‎“Silakan manfaatkan ruang terbuka publik ini, warisan para pendiri Kota Bandung, untuk berkumpul, bersantai, dan berpiknik. Asalkan tetap taat aturan, terutama soal kebersihan. Kami ingin taman ini menyenangkan bagi semua warga Bandung dan gratis selamanya,” ujar Farhan saat meresmikan kembali Alun-alun Bandung, senin 17 Agustus 2026.

‎Menurut Farhan, pembukaan kembali Alun-alun Bandung dilakukan setelah berbagai persoalan yang muncul sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 dievaluasi dan diperbaiki.

‎Ia meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung bersama Kelurahan Balonggede membentuk tim khusus yang bertugas menjaga kebersihan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar ikut merawat kawasan tersebut.

‎“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan kembali Alun-alun yang sejak Januari lalu telah dievaluasi dan kini siap digunakan. Pesan saya kepada Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lurah Balonggede, bentuk tim khusus yang bertugas menjaga kebersihan sekaligus mengedukasi masyarakat untuk merawat taman Alun-alun ini,” katanya.

‎Farhan menjelaskan, pengaturan teknis terkait keamanan dan ketertiban akan ditangani DPKP bersama pihak kelurahan. Salah satunya mengenai keberadaan pedagang kaki lima (PKL).


‎Ia menegaskan PKL tidak diperbolehkan berjualan di dalam area taman. Sementara aktivitas PKL di luar kawasan Alun-alun masih dimungkinkan dengan mengikuti aturan kewilayahan yang ditetapkan pemerintah setempat.

‎“PKL tidak boleh masuk ke dalam taman. Di luar taman boleh, namun tetap mengikuti aturan kewilayahan yang diatur oleh Bu Lurah,” ucapnya.

‎Alun-alun Bandung untuk sementara dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Pemerintah Kota Bandung berharap tidak ada lagi persoalan yang mengganggu kenyamanan masyarakat sehingga kawasan tersebut dapat dibuka secara permanen dengan jam operasional tersebut.

‎“Kalau tidak ada masalah lagi, akan dibuka permanen dengan jam operasional tersebut,” kata Farhan.

‎Pembukaan kembali Alun-alun Bandung mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya Febrina, warga Medan yang berkunjung ke kawasan tersebut.

‎Menurutnya, kondisi Alun-alun Bandung saat ini memang terlihat lebih rapi setelah dilakukan perbaikan. Namun, ia menilai masih terdapat sejumlah fasilitas yang dapat ditingkatkan agar masyarakat semakin nyaman berada di ruang terbuka tersebut.

‎“Jujur terlihat sebenarnya biasa saja. Memang bagus, sudah diperbaiki, rumputnya rapi, tampilannya lebih teratur. Tapi kesannya memang masih seperti biasanya saja,” ucapnya.

‎Meski demikian, ia berharap Alun-alun Bandung dapat terus dibuka dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

‎“Iya, memang terlihat lebih rapi. Harapannya sih tetap dibuka, supaya bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan seperti ini. Makin banyak acara di sini,” katanya.

‎Febrina juga berharap pemerintah menambah jumlah tempat duduk serta menyediakan lebih banyak area yang teduh. Menurutnya, kondisi cuaca yang cukup panas membuat pengunjung terkadang tidak dapat berlama-lama menikmati kawasan tersebut.

‎“Mungkin tempat duduk yang lebih banyak dan area yang lebih teduh. Soalnya di sini agak panas. Kalau ada tempat berteduh, pasti makin nyaman,” ujarnya.

‎Ia menilai keberadaan ruang terbuka publik seperti Alun-alun Bandung memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Karena itu, peningkatan fasilitas penunjang dinilai penting agar warga tidak hanya datang untuk berkunjung, tetapi juga dapat menikmati kawasan tersebut dengan nyaman dalam waktu yang lebih lama.

‎“Ruang terbuka umum begini kan banyak manfaatnya. Sayang kalau kurang tempat duduk dan kurang teduh, jadi kurang betah berlama-lama,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....