Wali Kota, Makna Berdaulat Diterjemahkan Lewat Peningkatan Pelayanan Publik

  • 17 Agt 2026 10:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai kata “berdaulat” menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, semangat kedaulatan sejalan dengan arah pembangunan nasional, termasuk melalui swasembada pangan, swasembada energi, serta penguatan kemandirian bangsa.‎Di tingkat daerah, semangat tersebut diterjemahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui peningkatan berbagai pelayanan dasar bagi masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan hingga pemenuhan kebutuhan umum lainnya.‎“Yang menjadi sorotan sebenarnya adalah kata ‘berdaulat’, selaras dengan pidato Pak Presiden, antara lain swasembada pangan, swasembada energi, dan kemandirian bangsa. Di Kota Bandung, kami terjemahkan melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan umum lainnya yang terus ditingkatkan agar semakin mandiri dan dapat dinikmati seluruh warga,” ujar Farhan usai mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Balai Kota Bandung, Senin 17 Agustus 2026.‎Farhan mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Menurutnya, setiap daerah maupun instansi diberikan ruang untuk menerjemahkan semangat tema tersebut sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing.‎Ia menambahkan, rangkaian peringatan kemerdekaan di lingkungan Pemkot Bandung pada pagi hari berlangsung secara formal melalui upacara yang menekankan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.‎“Untuk kita, pagi hari ini acaranya sangat formal, dengan amanat Inspektur Upacara, fokus pada komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada Kota Bandung,” katanya.

‎Sementara itu, rangkaian kegiatan pada sore hari dikemas lebih meriah dan melibatkan masyarakat. Pertunjukan rakyat dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan upacara penutupan berupa prosesi penurunan bendera pada pukul 17.00 WIB.‎“Sedangkan sore nanti ada modifikasi, pukul 16.00 pertunjukan rakyat, lalu pukul 17.00 baru upacara penutupan penurunan bendera,” ucapnya.Farhan juga menyoroti pelaksanaan upacara yang berlangsung dengan kondisi cuaca yang mendukung. Bahkan, tenda VIP yang biasanya digunakan dalam kegiatan tersebut ditiadakan agar suasana upacara lebih terbuka dan pemandangan di sekitar lokasi dapat terlihat lebih baik.‎“Karena cuaca sangat mendukung dan pemandangannya bagus, tenda VIP kami angkat. Hasil fotonya juga lebih baik,” katanya.‎Ia berharap konsep pelaksanaan upacara dengan suasana terbuka tersebut dapat terus dipertahankan dalam kegiatan-kegiatan serupa ke depan, selama kondisi cuaca memungkinkan.‎“Mudah-mudahan kalau cuaca memungkinkan, dipertahankan begini untuk upacara-upacara selanjutnya,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....