Farhan Bidik Potensi Ekonomi dan Pariwisata Penerbangan Bandara Husein Dibuka
- 15 Agt 2026 10:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan pariwisata setelah kembali dibukanya penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, salah satu hal yang perlu segera dibenahi adalah konektivitas dari bandara menuju berbagai kawasan di Kota Bandung, termasuk memastikan layanan shuttle dan angkutan kota (angkot) berjalan dengan baik.
"Yang belum kita pastikan masalah shuttle sama masalah angkot. Nah, ini kita mau pastikan dulu shuttle sama angkotnya bagus. Yang juga masalahnya adalah sekarang kita mesti fokus nih, kenapa orang mau datang ke Bandung. Itu penting," ujar Farhan, Sabtu 15 Agustus 2026.
Menurutnya, salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan adalah sektor pendidikan. Bandung memiliki banyak perguruan tinggi yang berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah untuk datang dan menetap sementara di Kota Bandung.
Farhan menyebut sejumlah perguruan tinggi, seperti UPI, Unpad, ITB, Itenas, Unpas, Unpar, UKM, IAIN, Telkom University, UKRI hingga ISBI Bandung.
"Itu kita mau dorong dulu. Kalau itu mah yang kuliahnya satu orang, yang nganter. nah, itu pasar yang sangat besar untuk kita sasar," katanya.
Farhan optimistis pembukaan kembali penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kota Bandung. Terlebih, antusiasme masyarakat pada pekan pertama penerbangan dinilai cukup tinggi.
Ia menyebut tingkat keterisian penumpang untuk sejumlah rute, termasuk Tanjungkarang, Palembang, dan Bali, menunjukkan respons positif.
"Mudah-mudahanlah. Ini lagi optimis-optimisnya kita. Harga tiket memang mahal, ya, tapi ternyata antusiasmenya tinggi di minggu pertama ini, baik yang ke Tanjungkarang, Palembang, maupun ke Bali, itu tinggi semua tingkat okupansinya," ungkapnya.
Meski demikian, Farhan menilai tantangan sebenarnya akan terlihat pada Oktober hingga November 2026. Periode tersebut biasanya memasuki musim sepi atau low season sehingga dapat menjadi tolok ukur keberlanjutan minat masyarakat menggunakan penerbangan dari Bandara Husein.
"Nah, kita lihat nanti ujian sebenarnya itu Oktober-November. Oktober-November itu low season. Nah, se-low season-low season-nya seberapa, itu kita lihat," paparnya.
Untuk menjaga aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan tetap tinggi, Pemkot Bandung akan mendorong berbagai kegiatan, termasuk program Bandung Great Sale yang digelar mulai September hingga November.
"Makanya September, Oktober, November kita dorong dengan Bandung Great Sale, supaya ramai terus. September ada acara, Oktober ada acara lagi, November ada acara. Kalau Desember, Januari kan liburan, pasti ramai," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....