Pengurus Pusat AMS 2026–2031 Dikukuhkan, Rully Tekankan Konsolidasi

  • 14 Agt 2026 20:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung — Pengurus Pusat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. Pengukuhan tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru AMS setelah pelaksanaan Kongres XI AMS di Aula Husni Hamid, Kabupaten Karawang, pada 10–12 Juni 2026.

Ketua Pengurus Pusat AMS periode 2026–2031, Rully H. Alfiady, mengatakan pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal setelah pengukuhan. Salah satu agenda awal ialah retret pengurus yang ditujukan sebagai sarana penyegaran sekaligus memperkuat soliditas kepengurusan.

“Setelah pengukuhan ini, pertama kita akan melakukan konsolidasi internal pengurus, lalu retret pengurus sebagai penyegaran dan konsolidasi pengurus,” ujar Rully.

Ia menyebut kepengurusan AMS periode 2026–2031 terdiri atas 84 orang yang dipilih melalui proses seleksi terhadap 516 kader. Menurut Rully, selain memperkuat internal organisasi, pihaknya menargetkan konsolidasi dengan sejumlah kabupaten dan kota atau distrik dapat diselesaikan pada tahun ini.

Agenda lainnya ialah membangun kerja sama program pendampingan desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama Kementerian Desa. AMS juga akan berdiskusi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penyiapan kader agar ke depan dapat terlibat dalam berbagai kegiatan kepemiluan.

“Agenda terpenting setelah pelantikan, kita akan konsolidasi dengan beberapa kabupaten dan kota atau distrik yang harus selesai tahun ini. Kemudian kita membicarakan program pendamping desa dan program pendampingan BUMDes bekerja sama dengan Kementerian Desa,” katanya.

Rully juga mengajak seluruh anggota AMS untuk kembali bersatu setelah pelaksanaan kongres. Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan menghindari perpecahan.

“Pasca-Kongres ini, saya mengajak untuk kembali bersatu dan konsolidasi bahwa AMS tetap satu. Tidak ada AMS lainnya di Bumi Pasundan,” tegasnya.

Dewan Pembina AMS, Dada Rosada, mengatakan pengukuhan kepengurusan baru harus diikuti dengan peningkatan kontribusi organisasi kepada masyarakat.

Menurut dia, setiap kelembagaan atau komunitas yang dibentuk harus memiliki kepentingan utama untuk masyarakat dan keberlangsungan lembaga itu sendiri.

Jika organisasi tidak mampu memberikan manfaat kepada masyarakat, kehadirannya berpotensi semakin jauh dari masyarakat. “Dengan pengukuhan kepengurusan AMS periode 2026–2031 ini, artinya kita semua dalam kelembagaan atau komunitas yang dibentuk harus mempunyai kepentingan utama untuk masyarakat dan lembaga itu sendiri,” ujar Dada.

Ia berharap AMS tidak hanya berfokus pada pengelolaan organisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Dada menilai berbagai hal yang masih dipandang kurang baik oleh masyarakat perlu dipelajari dan diperbaiki. Dengan demikian, keberadaan AMS yang telah berdiri sejak 1966 dapat terus mendapatkan respons positif dari masyarakat.

“Menurut saya, yang harus ditingkatkan adalah pemberdayaan internal AMS terlebih dahulu. Bagaimanapun juga harus ditingkatkan bagaimana masing-masing anggota mengurus masyarakat dengan baik,” katanya.

Kesempatan yanga sama, Wali Kota Bandung M. Farhan mengatakan suksesnya pelantikan Pengurus Pusat AMS periode 2026–2031 menunjukkan bahwa semangat Siliwangi tidak hanya hidup di Jawa Barat, tetapi juga telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai amanat tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi jajaran pengurus dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMS untuk terus menghidupkan nilai-nilai Siliwangi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dengan suksesnya pelantikan Pengurus Pusat AMS, berarti menunjukkan semangat Siliwangi tidak hanya di Jawa Barat, tetapi menyebar ke seluruh Indonesia,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, nilai-nilai tersebut antara lain silih asah, silih asuh, dan silih asih, yang dijalankan dengan prinsip pakusarakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....