Bandung Gandeng Danantara Siapkan Teknologi Baru Pengolahan Sampah
- 14 Agt 2026 20:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai persoalan sampah menjadi salah satu catatan penting dari pidato Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah daerah didorong memperkuat kerja sama dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Farhan mengatakan, arahan tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Bandung yang saat ini tengah mengembangkan sejumlah kerja sama terkait pengelolaan sampah, termasuk bersama Danantara dan Kementerian Riset dan Teknologi.
"Kalau untuk Kota Bandung masalah sampah, beliau Presiden sangat menekankan agar kerja sama antara pemerintah kota/kabupaten dengan lembaga-lembaga penelitian, khususnya perguruan tinggi," ujar Farhan, Jumat 14 Agustus 2026.
Menurutnya, Pemkot Bandung telah menandatangani komitmen kerja sama dengan Danantara terkait pengelolaan sampah di kawasan Legok Nangka. Pemkot Bandung juga telah menyaksikan langsung groundbreaking proyek tersebut.
Selain Legok Nangka, Farhan menyebut Pemkot Bandung telah menandatangani komitmen pengembangan pengelolaan sampah di Sarimukti bersama Danantara dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Yang kedua, kami juga sudah menandatangani komitmen pengembangan bersama Danantara di Sarimukti, koordinasi dengan pemerintah provinsi," katanya.
Saat ini, kata Farhan, Pemkot Bandung juga tengah mempersiapkan pengembangan teknologi baru untuk pengolahan sampah. Teknologi tersebut akan dikembangkan bersama Danantara dan Kementerian Riset dan Teknologi.
"Pembicaraan sudah kami lakukan di Jakarta kemarin. Kami akan menyusuri dulu administrasinya, lalu kami akan mempelajari, melakukan review, baik penerapan teknologinya maupun besaran biayanya. Mudah-mudahan hari Senin sudah bisa kita umumkan," ucapnya.
Farhan menjelaskan, teknologi yang akan dikembangkan sebenarnya bukan teknologi yang sepenuhnya baru. Namun, metode penerapannya dinilai lebih efisien dan ekonomis.
Teknologi tersebut diproyeksikan mampu mengolah sampah dalam kapasitas antara 50 hingga 300 ton per hari. Untuk tahap awal, Pemkot Bandung berencana melakukan uji coba di satu titik dengan kebutuhan lahan sekitar 5.000 meter persegi.
"Teknologinya sih nggak baru-baru banget, tapi metodenya yang baru. Metodenya jauh lebih efisien, lebih murah. Skalanya antara 50 sampai 300 ton per hari. Kita percobaan satu titik dulu karena lumayan itu juga butuhnya sekitar paling tidak 5.000 meter persegi," jelasnya.
Dari sisi pembiayaan, Farhan menyebut skema kerja sama akan dibagi antara Danantara dan Pemkot Bandung. Danantara akan berperan dalam pembiayaan investasi, sementara Pemkot Bandung menanggung biaya operasional pengolahan sampah.
Adapun biaya pengolahan diperkirakan berada di kisaran Rp250.000 hingga Rp400.000 per ton.
"Anggarannya bagi dua, jadi Danantara akan investasi, Kota Bandung akan membiayai operasional. Perkiraannya biaya per tonnya Rp250.000 sampai Rp400.000 per ton untuk pengolahannya. Kalau investasinya, nah itu Danantara yang tahu," ungkapnya.
Farhan menambahkan, saat ini survei terhadap teknologi tersebut masih dilakukan. Ia mengaku Pemkot Bandung bergerak cepat setelah mendapatkan informasi mengenai arahan Presiden terkait persoalan sampah.
"Sudah dapat bocoran dari konten pidato Presiden, semalam dibocorkan sama Pak Menristek. Wali, komat-kamit, tingali ieu cenah Presiden mau ngomongin sampah. Oke siap, gercep, cek saya teh. Langsung gitu," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....