Pemkot Bandung Tawarkan Proyek JPO Soekarno-Hatta Kepada Investor
- 14 Agt 2026 15:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sejumlah titik prioritas mulai ditawarkan kepada pengusaha atau investor pada Agustus 2026.
Kadishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan salah satu proyek JPO yang dinilai paling mendesak berada di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di depan Kantor ATR/BPN atau seberang SMKN 9 Bandung.
"Proyek JPO yang urgen dan sempat viral di Soekarno-Hatta, depan Kantor ATR/BPN atau seberang SMKN 9, sudah memiliki DED dan kajian. Jadi tinggal menyesuaikan jika ada investor yang tertarik," ujar Rasdian, Jumat 14 Agustus 2026.
Menurutnya, Pemkot Bandung juga tengah menyiapkan DED untuk pembangunan JPO di titik lain, yakni di sekitar SMKN 7 menuju arah Cibiru atau Polda. Pembangunan JPO di kawasan tersebut dinilai penting untuk menunjang keselamatan aktivitas pelajar dan masyarakat.
Selain pembangunan JPO, Pemkot Bandung juga mempercepat penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan utama.
"Dalam waktu dekat, kita akan memasang PJU setinggi sembilan meter di median tengah jalan, mulai dari turunan Flyover Kopo sampai ruas Batununggal," katanya.
Pada ruas tersebut, akan dipasang 106 tiang PJU dengan masing-masing tiang memiliki dua lengan lampu yang mengarah ke kanan dan kiri. Dengan demikian, total terdapat 212 lampu yang akan dipasang.
Rasdian menjelaskan, Pemkot Bandung telah menyepakati skema berbagi pembangunan PJU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar akan membangun PJU sepanjang sekitar tujuh kilometer, mulai dari kawasan Samsat hingga Bundaran Cibiru.
"Pembagian ini sudah diinstruksikan oleh Wali Kota dan Gubernur untuk segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Untuk ruas mulai dari turunan Flyover Kopo hingga Batununggal, pengerjaan ditargetkan dapat dimulai pada akhir Agustus 2026 atau paling lambat awal September.
Sementara itu, pemasangan PJU pada ruas yang menjadi kewenangan provinsi, dari Samsat menuju Cibiru, akan dilakukan di sisi kanan dan kiri jalan.
Rasdian menyebut pemasangan tambahan tersebut diperlukan karena lebar jalan di ruas tersebut mencapai sekitar 25 hingga 30 meter. Kondisi itu membuat PJU yang saat ini berada di tengah jalan belum mampu menerangi seluruh sisi jalan secara optimal.
"Lampu existing di bagian tengah akan tetap dipertahankan, sementara pemasangan tambahannya akan dibuat zig-zag sampai ke Bundaran Cibiru," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....