Cegah Campak, Pemkot Cimahi Tingkatkan Imunisasi Anak Sekolah

  • 13 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Upaya Pemerintah Kota Cimahi meningkatkan perlindungan kesehatan anak tidak berhenti melalui Program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI). Sepanjang Agustus 2026, Dinas Kesehatan juga memperkuat imunisasi anak sekolah melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahap I di seluruh SD, SMP dan sekolah sederajat.

Program BIAS menjadi bagian dari strategi pemerintah memastikan anak-anak memperoleh vaksin sesuai kelompok usia dan kebutuhan perlindungannya. Pelaksanaan imunisasi menyasar siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, termasuk anak yang sebelumnya belum memperoleh vaksin sesuai jadwal.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan imunisasi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan memiliki daya tahan terhadap penyakit. Menurutnya, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua dan masyarakat.

“Kami mengajak para orang tua untuk memastikan putra-putrinya memperoleh imunisasi sesuai jadwal agar tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia semakin maju.” ujar Ngatiyana, Rabu 12 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaan BIAS Tahap I, siswa kelas 1 SD menjadi sasaran imunisasi Campak-Rubela (MR) untuk memperkuat perlindungan terhadap penyakit tersebut. Sementara itu, siswi kelas 5 SD mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks sejak dini.

Imunisasi kejar HPV juga diberikan kepada siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang belum mendapatkan vaksin ketika duduk di kelas 5 SD. Skema tersebut memungkinkan anak yang belum memperoleh imunisasi sesuai jadwal untuk tetap mendapatkan kesempatan memperoleh perlindungan.

Selain pelaksanaan di sekolah, layanan imunisasi juga diperkuat melalui fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kota Cimahi. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, orang tua, kader Posyandu dan pemerintah kewilayahan menjadi kunci agar tidak ada anak yang terlewat dari program imunisasi.

Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga mendorong keluarga untuk memastikan catatan imunisasi anak tetap lengkap dan sesuai jadwal. Langkah tersebut penting untuk menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi sekaligus memperkuat kekebalan kelompok di tengah masyarakat.

“Semakin tinggi cakupan imunisasi, semakin kecil risiko penyebaran penyakit menular.” katanya.

Melalui kombinasi PENARI dan BIAS, Pemerintah Kota Cimahi menargetkan perlindungan imunisasi semakin merata mulai dari bayi, balita hingga anak usia sekolah. Pemerintah berharap penguatan imunisasi dapat menekan risiko penyakit menular dan mendukung terwujudnya generasi Cimahi yang sehat, tangguh serta produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....