Meluruskan Makna Anarkisme lewat Kemandirian Ekonomi Warga

  • 13 Agt 2026 15:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Anarkisme kerap kali dipersepsikan secara keliru oleh publik sebagai aksi perusakan, kerusuhan, atau vandalisme terhadap fasilitas umum. Padahal, akar filosofi anarkisme justru menekankan pada aspek kemandirian, kesetaraan, dan pemberdayaan masyarakat secara mandiri.

Ketua Rumah Saraswati, Diah Permata Saraswati, menegaskan pentingnya meluruskan stigma negatif yang terlanjur melekat pada istilah tersebut di tengah masyarakat. Menurutnya, pemahaman mendasar mengenai anarkisme harus dikembalikan pada esensi mulianya.

"Anarkisme itu bukan berarti kita turun ke jalan lalu melakukan perusakan fasilitas publik. Itu pemahaman yang keliru dan terdegradasi oleh tindakan oknum," ujar Diah Permata Saraswati saat ditemui di Rumah Saraswati, dalam sebuah diskusi di Bandung. Kamis 13 Agustus 2026.

Diah menjelaskan bahwa bentuk nyata dari esensi anarkisme sejatinya terwujud melalui gerakan kemandirian ekonomi masyarakat. Langkah ini menjadi wujud perlawanan yang elegan dan konstruktif terhadap sistem kapitalisme yang sering kali meminggirkan kelompok bawah.

"Melalui kemandirian ekonomi, masyarakat belajar untuk tidak menggantungkan hidup sepenuhnya pada sistem pasar kapitalistik yang eksploitatif. Kita membangun ekosistem ekonomi kolektif dari dan untuk warga sendiri," jelasnya.

Selain sebagai dorongan lepas dari cengkeraman kapitalisme, sikap mandiri ini juga menjadi bentuk kritik serta perlawanan terhadap tata kelola negara yang kerap diwarnai praktik korupsi. Dengan berdikari, warga menunjukkan kemampuan untuk saling menopang tanpa bergantung pada bantuan struktur yang rusak.

"Kemandirian ini adalah bentuk perlawanan terhadap negara yang korup. Ketika fasilitas dan bantuan publik sering kali terdistorsi oleh korupsi, maka jalan terbaik adalah menguatkan basis ekonomi komunitas secara independen," tegas Diah.

Rumah Saraswati sendiri terus berupaya mengedukasi publik dan mendampingi komunitas lokal agar mampu mengelola potensi ekonomi mereka secara mandiri. Program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan berbasis nilai kebersamaan menjadi fokus utama yang terus dijalankan.

Diah berharap masyarakat dapat menelaah suatu gagasan secara utuh dan tidak terjebak dalam stereotip yang merugikan. Gerakan nyata melalui aksi sosial dan ekonomi dinilai jauh lebih efektif dalam membawa perubahan berkeadilan bagi warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....