Inovasi Ketahanan Pangan, SDM Polda Jabar Raih Penghargaan Nasional
- 12 Agt 2026 16:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Biro SDM Polda Jawa Barat (Jabar) meraih Juara 2 tingkat nasional kategori inovasi ketahanan pangan, sebagai bentuk dukungan program Presiden Prabowo Subianto. Setidaknya, Polda Jabar dibawah kepemimpinan Irjen Pol Pipit Rismanto, telah membantu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 263,897 miliar, kemudian ada 5.846 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang dibina, dengan luas lahan 1.611 hektare.
"Setidaknya Biro SDM Polda Jawa Barat, telah melakukan sembilan inovasi untuk membantu petani sekaligus program ketahanan pangan," ujar Karo SDM Polda Jabar, Kombes Fadly Samad, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kombes Pol Fadly Samad mengaku prestasi yang diberikan oleh Mabes Polri dipersembahkan untuk seluruh petani di Jawa Barat serta personel SDM Biro Polda Jabar. Dirinya berharap prestasi nasional tidak menyurutkan semangat petani dan seluruh personel SDM Polda Jabar, untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam program ketahanan pangan.
"Ini semua berkat usaha dan gotong royong kita untuk mensejahterakan petani hingga mendukung program ketahanan pangan," terangnya.
Seluruh personel Polda Jabar beserta petani, akan terus berusaha meningkatkan produktifitas pertanian serta ketahanan pangan di Bumi Pasundan. "Tentunya semua ini karena dukungan dan arahan dari Pak Kapolda dan Wakapolda Jawa Barat," ujar Kabag Binkar SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko,.
Mantan Kapolres Serang 2024-2025 ini menjelaskan sembilan program inovasi Polda Jabar, diantaranya yakni;
Pertama KUR dari Himpunan Bank Negara (Himbara), polisi berperan sebagai fasilitator untuk mendukung akses pembiayaan modal ke petani.
Kedua ada Primer Koperasi Polisi (Primkoppol) Peduli, dengan bunga 0 persen dan tanpa agunan bagi penyaluran modal ke petani.
Ketiga gotong royong Bhayangkara, kolaborasi antara Polda Jabar, CSR dan pengusaha, dalam mendukung ketapang melalui bantuan modal, pengadaan bibit, sumbangan alsintan, pemberian pupuk, dan bansos untuk petani jagung.
Keempat yakni pinjam manfaat lahan presisi, kerjasama antara Polda Jabar, PTPN dan Perhutani, melalui pinjam pakai lahan untuk budidaya dan pertanian jagung bagi petani.
Kelima, pengembangan benih unggul kurama, kerjasama antara Polda Jabar dengan Universitas Kebangsaan. Saat ini masih dalam tahap uji coba dan penelitian.
Keenam, pembangunan solar dryer home di tiga daerah Jawa Barat, bekerjasama dengan dosen IPB, membantu proses pengeringan jagung pipil sebelum dijual ke Bulog.
"Ada pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi media tanam dan pupuk organik. Penanaman uwi ungu di lahan PTPN, hingga produksi pupuk organik bernama Pak Bhabin, yang dibuat dari kotoran hewan serta bahan baku alami lainnya," ujarnya.
Sedangkan program inovasi Biro SDM Polda Jabar yang sedang dikerjakan dengan melibatkan kaum akademisi dan profesional, diantaranya membuat minuman herbal dari bahan baku jagung.
Salah satunya berbahan baku akar jagung yang memiliki kandungan bioaktif, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.
"Ada juga teh rambut jagung yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik, ternyata kaya antioksidan serta menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....