Dampak Kemarau Panjang, Harga Kepokmas di Subang Mulai Merangkak Naik
- 11 Agt 2026 20:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang – Dompet warga Subang kembali menjerit. Musim kemarau panjang membuat harga kebutuhan pokok di pasar tradisional merangkak naik, sejak awal Agustus 2026.
"Memang naik semua. Ini sudah kami pantau langsung di Pasar Tradisional Subang," kata Kepala DKUPP Kabupaten Subang Yeni Nuraeni, Selasa 11 Agustus 2026.
Komoditas yang paling terasa kenaikannya adalah kacang tanah, jagung, dan timun. Harganya melonjak di atas 50 persen, hanya dalam beberapa minggu.
"Kacang tanah tadinya Rp 30.000 sekarang Rp 45.000. Jagung dan timun dari Rp 8.000 sekarang Rp 15.000," ujar.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah, daging ayam, dan beras, meski tidak setinggi komoditas palawija. Cabai naik Rp 10.000, daging ayam naik Rp 10.000, dan beras naik Rp 1.000 per liter.
"Cabai sekarang Rp 50.000, ayam Rp 40.000. Daging sapi masih stabil," jelas dia.
Yeni menyebut, penyebabnya klasik, petani gagal tanam karena air irigasi kering. Akibatnya pasokan ke pasar berkurang, padahal permintaan tetap tinggi.
"Ini karena petani tidak bisa tanam. Tapi untuk stok di pasaran Alhamdulillah masih aman, tidak langka," tandasnya.
Untuk meredam gejolak harga, DKUPP Subang, akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Bupati. Rencananya operasi pasar murah akan segera digelar.
"Kita upayakan operasi pasar murah. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat, agar tidak semakin tertekan," pungkas Kepala DKUPP.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....