Harga Cabai Tanjung dan Sejumlah Sayuran di Pasar Kosambi Bandung Naik
- 11 Agt 2026 13:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya komoditas sayuran dan cabai, mengalami kenaikan di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Kenaikan paling terasa terjadi pada cabai tanjung yang kini mencapai Rp100.000 per kilogram.
Sebelumnya, harga cabai tanjung berada di kisaran Rp70.000 per kilogram. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp30.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Kosambi, Imas Neni, mengatakan selain cabai tanjung, harga cabai rawit merah juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya dijual Rp5.000-Rp6.000 per ons, kini harganya mencapai sekitar Rp7.000 per ons atau sekitar Rp90.000 per kilogram.
"Cabai tanjung sekarang Rp100.000 per kilo. Sebelumnya sekitar Rp70.000. Cabai rawit juga naik, sekarang sekitar Rp90.000 per kilo," ujar Imas Neni, Selasa 11 Agustus 2026.
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah jenis sayuran. Harga buncis yang sebelumnya sekitar Rp24.000 per kilogram kini menjadi Rp30.000 per kilogram. Jagung manis naik dari Rp12.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.
Sementara itu, kacang panjang mengalami kenaikan dari Rp20.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Harga kentang kini berada di kisaran Rp22.000 per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp18.000-Rp20.000 per kilogram.
Imas mengatakan, pasokan sejumlah komoditas masih relatif aman. Namun, pasokan beberapa jenis sayuran, terutama jagung manis, mulai berkurang.
"Saya kurang tahu penyebab pastinya. Saya mengambil barang dari pemasok di Lembang. Biasanya barangnya melimpah, tetapi hari ini sedikit. Untung saya sudah langganan, jadi tetap dikirim sekitar lima kilogram per hari," katanya.
Menurut Imas, kondisi harga sayuran saat ini cenderung tidak menentu. Beberapa komoditas mengalami kenaikan secara bertahap, sementara lainnya bisa melonjak dalam waktu singkat.
Ia mencontohkan harga timun yang sempat melonjak dari sekitar Rp12.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. Setelah itu, harga kembali turun menjadi Rp12.000, tetapi kemudian kembali mengalami kenaikan.
"Timun itu tidak menentu. Biasanya Rp12.000, minggu lalu langsung naik jadi Rp24.000, lalu turun lagi ke Rp12.000, sekarang naik lagi. Benar-benar tidak menentu," ujarnya.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, terdapat pula bahan pangan yang mengalami penurunan harga. Harga bawang merah misalnya, turun dari sekitar Rp60.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
Sementara harga bawang putih yang sebelumnya sekitar Rp43.000 per kilogram, sempat mengalami kenaikan, namun kini kembali turun menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.
Imas menilai, kenaikan harga mulai terasa setelah aktivitas sekolah kembali berjalan. Saat libur sekolah, harga sejumlah komoditas sempat mengalami penurunan. Namun, ketika sekolah kembali masuk, harga kembali meningkat seiring dengan permintaan masyarakat.
"Justru saat sekolah libur harga sempat turun semua. Begitu masuk sekolah lagi, harga langsung naik. Pembeli banyak yang kaget dan mengeluh, 'Wah, mahal sekali.' Pembeli jadi berkurang. Mau bagaimana lagi, kami hanya mengikuti harga pasaran," katanya.
Ia menambahkan, menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, harga kebutuhan pokok relatif masih normal. Menurutnya, fluktuasi harga biasanya lebih terasa pada periode tertentu, termasuk menjelang pergantian tahun.
Meski demikian, Imas memastikan stok sayuran di Pasar Kosambi masih tersedia dan sejauh ini tidak mengalami kelangkaan.
"Yang penting pasokan barang tetap ada. Alhamdulillah masih lancar," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....