Masuki Usia 9 Tahun, RSUD Cikalongwetan Didorong Makin Profesional
- 10 Agt 2026 17:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat – Memasuki usia ke-9, RSUD Cikalongwetan diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi fasilitas, tetapi juga semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, mudah diakses, dan humanis bagi masyarakat. Harapan tersebut disampaikan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 RSUD Cikalongwetan, Senin 10 Agustus 2026.
“Bertambahnya usia rumah sakit harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan, setiap kekurangan perlu segera dibenahi agar kehadiran rumah sakit benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Sembilan tahun harus menjadi momentum untuk berbenah,” tegas Jeje.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Jeje adalah kepastian jadwal pelayanan dokter spesialis. Ia meminta manajemen memastikan jadwal dokter berjalan secara disiplin sehingga tidak menyulitkan pasien yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan medis.
Menurutnya, persoalan jadwal pelayanan harus mendapat perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang datang dari wilayah yang cukup jauh. “Jangan sampai masyarakat datang dari jauh-jauh, tetapi kesulitan menemui dokter karena persoalan jadwal pelayanan. Saya minta jadwal pelayanan dokter spesialis diperhatikan,” ujarnya.
Jeje menilai peningkatan kualitas rumah sakit tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan penambahan fasilitas dan teknologi. Kualitas sumber daya manusia serta kekompakan seluruh unsur di lingkungan rumah sakit juga menjadi faktor penting.
Ia juga mengingatkan agar aspek kemanusiaan tetap menjadi bagian utama dalam pelayanan kesehatan. Pasien, menurut Jeje, bukan sekadar orang yang menggunakan fasilitas rumah sakit, melainkan masyarakat yang datang membawa kebutuhan dan harapan untuk mendapatkan pertolongan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga memastikan dukungan terhadap pengembangan RSUD Cikalongwetan tetap diberikan. Penguatan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan, antara lain digitalisasi pelayanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana, serta penguatan tata kelola rumah sakit.
“Memberikan pelayanan kesehatan bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, profesionalisme, dan semangat untuk terus belajar serta memberikan yang terbaik,” tutur Jeje.
Memasuki tahun kesembilan, Jeje berharap RSUD Cikalongwetan agar kualitas pelayanan menjadi salah satu kekuatan utama rumah sakit, sehingga RSUD Cikalongwetan dikenal sebagai fasilitas kesehatan yang responsif, profesional, ramah, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Harapan tersebut menjadi tantangan bagi Direktur RSUD Cikalongwetan dr. H. Wishnu Pramulo Ady, M.H.Kes. beserta seluruh jajaran untuk menerjemahkan arahan pemerintah daerah ke dalam perbaikan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh pasien.
Peringatan HUT ke-9 pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen seluruh jajaran RSUD Cikalongwetan. Keberhasilan rumah sakit pada akhirnya tidak hanya diukur dari bangunan, fasilitas, dan teknologi yang dimiliki, tetapi juga dari pengalaman masyarakat ketika memperoleh pelayanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....