Gerakan Humas Muda Dorong Pelajar Jadikan Media Sosial Ruang Belajar dan Berkarya
- 10 Agt 2026 17:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Media sosial tidak lagi dipandang hanya sebagai ruang hiburan bagi pelajar. Platform digital kini didorong menjadi sarana pembelajaran, kreativitas, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan secara positif dan bertanggung jawab.
Semangat tersebut menjadi salah satu tujuan Gerakan Humas Muda yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI. Program ini membekali peserta didik dengan keterampilan literasi digital, komunikasi publik, serta kemampuan menciptakan konten dan karya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI menggelar Lokakarya “Humas Muda: Belajar Bermakna, Berkarya Bersama” di Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jawa Barat.
Penguatan edukasi tersebut sejalan dengan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang diperkuat melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.
Kegiatan itu melibatkan 100 peserta yang terdiri atas siswa SMP, SMA, SMK, serta guru. Melalui lokakarya tersebut, peserta diajak melihat ruang digital sebagai tempat untuk belajar, berkomunikasi, dan menghasilkan karya, bukan sekadar mengonsumsi informasi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPI Garut, Lucky Rahayu, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diiringi dengan penguatan karakter agar generasi muda mampu menggunakan media sosial secara bijaksana.
“Di era digital saat ini, setiap orang dapat menyampaikan informasi dengan sangat mudah, tidak semua orang mampu menggunakannya dengan penuh tanggung jawab ataupun inspirasi. Oleh karena itu, pendidikan hari ini tidak cukup hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan menggunakan teknologi untuk menghadirkan manfaat bagi khalayak,” ujar Lucky, dalam keterangannya, Minggu 9 Agustus 2026.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengajak peserta menjadikan Gerakan Humas Muda sebagai sarana untuk mengekspresikan diri sekaligus menghasilkan karya yang memiliki nilai dan dampak positif.
“Bekerja itu melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan, tetapi berkarya adalah mengaktualisasikan diri, mengekspresikan diri, serta menciptakan nilai dan dampak jangka panjang. Anak-anak semua harus tahu memilih dan memilah mana yang pantas dipublikasikan dan mana yang tidak. Bahasa Indonesia diutamakan, bahasa asing dikuasai,” tegas Ferdiansyah.
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengatakan keberadaan Humas Muda diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif menciptakan narasi positif mengenai pendidikan.
Menurut Yudhistira, sekolah seharusnya tidak berhenti menjadi tempat menerima pelajaran. Lingkungan sekolah juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menemukan makna pembelajaran, berinteraksi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya.
Ia mendorong para peserta untuk berani mencoba berbagai hal, tidak takut mengalami kegagalan, serta terus membangun kolaborasi agar karya yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan.
Dengan demikian, Gerakan Humas Muda tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan bermedia sosial. Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang kritis, kreatif, berkarakter, serta mampu menggunakan ruang digital untuk belajar, berkarya, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....