Pemkot Bandung Dorong KEK Finansial Asia Afrika dan Bidik Investor Global

  • 08 Agt 2026 14:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pertumbuhan ekonomi baru dengan menyiapkan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Finansial Asia Afrika. Kawasan tersebut dirancang membentang dari Cicaheum hingga Cibeureum dan melewati koridor Jalan Asia Afrika.

‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, konsep KEK Finansial Asia Afrika menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya tarik Kota Bandung bagi investor internasional.

"Kami mendorong pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Finansial Asia Afrika, yang membentang dari Cicaheum hingga Cibeureum melewati Jalan Asia Afrika," ujar Farhan, Sabtu 8 Agustus 2026.


‎Menurut Farhan, kawasan tersebut nantinya diarahkan sebagai pusat finansial virtual yang dapat menjadi ruang bagi investor global untuk mengembangkan berbagai sektor ekonomi berbasis teknologi, termasuk blockchain dan keuangan digital atau digital currency.

‎Pengembangan kawasan ini dinilai memiliki peluang besar karena Kota Bandung telah memiliki sejumlah infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi dan investasi. Infrastruktur tersebut mencakup akses mobilitas, mulai dari bandara, rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT), hingga jaringan jalan tol yang dinilai memadai.

‎Selain infrastruktur transportasi, Farhan menyebut ketersediaan energi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan kawasan finansial digital. Pemkot Bandung juga melihat peluang pengembangan pusat data atau data center yang membutuhkan pasokan listrik besar dan infrastruktur digital yang andal.

‎Kondisi geografis dan iklim Kota Bandung yang relatif sejuk juga dinilai menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung pengembangan data center maupun ekosistem ekonomi digital.

‎Farhan mengatakan, peluang pengembangan KEK Finansial Asia Afrika juga dapat memanfaatkan regulasi terkait Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang telah disahkan oleh DPR RI pada 21 Juli 2026.

‎Menurutnya, regulasi tersebut dapat menjadi salah satu landasan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menarik investasi di sektor keuangan dan ekonomi digital, termasuk dengan mengembangkan pusat kegiatan finansial yang mampu terhubung dengan pasar internasional.

‎Tak hanya mengandalkan infrastruktur, Pemkot Bandung juga menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi modal penting dalam pengembangan kawasan tersebut.

"Selain infrastruktur fisik dan digital, modal utama Kota Bandung adalah ketersediaan sumber daya manusia berkualitas tinggi berkat banyaknya perguruan tinggi ternama di kota ini," katanya.

‎Ia menyebut, keberadaan berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung dapat menjadi sumber tenaga profesional dan talenta digital yang dibutuhkan untuk mendukung industri finansial, teknologi informasi, blockchain, hingga pengembangan ekonomi digital.

‎Farhan menambahkan, ketertarikan terhadap konsep tersebut mulai datang dari sejumlah pihak internasional. Beberapa peminat dari Tiongkok, Taiwan, dan Dubai disebut telah menunjukkan ketertarikannya terhadap peluang investasi yang ditawarkan Kota Bandung.

"Saat ini, sejumlah peminat dari Tiongkok, Taiwan, dan Dubai telah menunjukkan ketertarikannya," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....