Mahasiswa DKV Itenas Angkat Isu Sosial lewat Pameran Think Feel Do 2026

  • 07 Agt 2026 17:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2023 Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menggelar pameran bertajuk Think Feel Do 2026 yang diselenggarakan di Gedung Student Center Itenas pada 5 - 7 Agustus 2026. Mengusung tema Ripple, pameran ini mengajak masyarakat melihat desain bukan hanya dari sisi visual saja, tetapi juga sebagai media yang mampu membangun kesadaran dan mendorong perubahan sosial melalui sebuah desain visual.

Wakil ketua pelaksana Think Feel do 2026, Azka Azriel, mengatakan konsep Ripple dipilih untuk menggambarkan bagaimana sebuah langkah kecil dapat memberikan dampak yang meluas. Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat yang memandang desain hanya sebatas nilai estetika, padahal setiap karya lahir melalui proses riset dan memiliki tujuan untuk menjawab sebuah isu atau persoalan yang terjadi di kehidupan nyata.

“Kita juga menghadapi suatu stigma dari masyarakat mengenai suatu desain dan karya dimana mereka tuh banyak memiliki pikiran jadi kalau misalnya desain itu dilihat dari segi estetik atau visualnya saja, oleh karena itu kita pengen dalam pameran lebih bisa memberikan dampak yang meluas dari langkah kecil pameran ini”, ujarnya kepada RRI Jumat 7 Agustus 2026.

Sebanyak 23 kelompok mahasiswa menampilkan beragam karyanya, mulai dari kampanye sosial, board game, aplikasi digital, environment graphic design, desain eksperimental, videografi, hingga ilustrasi dan komik. Seluruh karya mengangkat isu yang merujuk pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya kesehatan masyarakat kota yang berkelanjutan.

Salah seorang mahasiswa peserta pameran, Marsya, menjelaskan kelompoknya menghadirkan kampanye yang mengangkat isu sampah dengan berkolaboratif bersama ibu-ibu. Menurutnya, kelompoknya tidak berfokus pada persoalan sampah saja, melainkan pada perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

“Jadi kan sampah itu udah universal banget. Cuman kita udah bukan ngebahas sampahnya lagi, tapi kita menangani perilaku ignorance dari orang-orang yang membuang sampah sembarangan itu”, ucapnya

Sosok ibu-ibu dipilih karena dinilai paling peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menjadi pihak yang kerap terdampak langsung akibat persoalan sampah, bahkan tidak jarang harus mengeluarkan tenaga maupun biaya untuk membersihkannya.

“Karena emak-emak tuh sosok yang sangat vokal dan sangat peduli dengan lingkungannya gitu. Emak-emak itu orang yang bahkan ngejaga lingkungannya, mereka yang beresin sampahnya, mereka yang mungutin, sampai mereka ngeluarin uang untuk ngebersihin sampah. Mereka tuh secare itu, dan mereka terdampak, sangat terdampak”, ujarnya

Selain pameran karya, Think Feel Do 2026 juga menghadirkan Friendly Session, Workshop, Talkshow dan desaign market. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperluas dampak gagasan yang diusung para mahasiswa.

Dengan mengusung tema Ripple, penyelenggara berharap setiap karya yang dipamerkan mampu menjadi titik awal lahirnya kesadaran baru. Sehingga perubahan tidak berhenti di sebuah pameran saja, tetapi harus memberikan dampak nyata yang lebih luas untuk masyarakat.

Penulis: Putri Cahyaningsih/ Magang

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....