Pemkot Bandung Targetkan TPST Tegalega Produksi Briket RDF Bernilai Ekonomi
- 05 Agt 2026 15:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengoptimalkan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tegalega agar tidak hanya menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) curah, tetapi juga mampu memproduksi briket RDF yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan peluang pemanfaatan yang lebih luas.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan fasilitas pengolahan sampah di TPST Tegalega pada dasarnya telah terpasang. Namun, masih terdapat sejumlah peralatan yang belum berfungsi secara optimal sehingga masih memerlukan penyempurnaan sebelum dihibahkan kepada Pemerintah Kota Bandung.
"Peralatan ini merupakan pengadaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan nantinya akan dihibahkan kepada pemerintah daerah. Namun, kami akan menerima alat ini apabila seluruh fungsinya sudah benar-benar optimal. Karena itu, saat ini masih dilakukan proses commissioning untuk memastikan semua sistem bekerja dengan baik," ujar Iskandar usai meninjau fasilitas TPST Tegalega, Rabu 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan masih ada beberapa peralatan yang perlu diperbaiki, bahkan kemungkinan diganti. Pasalnya, spesifikasi mesin yang tersedia belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik sampah yang diolah di Kota Bandung.
Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi RDF belum mencapai hasil maksimal. Meski demikian, Iskandar menilai proses commissioning menunjukkan perkembangan yang positif.
Salah satu kemajuan yang dicapai adalah kemampuan fasilitas tersebut menghasilkan briket RDF sebagai produk akhir, bukan hanya RDF curah hasil pencacahan sampah.
"Kalau produk akhirnya sudah berbentuk briket, nilai ekonominya tentu lebih menjanjikan. Briket ini bisa diterima oleh beberapa off-taker dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk jenis kompor tertentu yang digunakan pelaku UMKM," katanya.
Menurut Iskandar, pengembangan produk turunan seperti briket merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah di Kota Bandung. Selain membuka peluang pasar yang lebih luas, inovasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi sirkular.
Meski demikian, Pemkot Bandung tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan RDF curah sesuai kerja sama yang telah terjalin dengan pihak industri sebagai pengguna bahan bakar alternatif.
Ia menambahkan, apabila seluruh peralatan telah berfungsi optimal dan sistem pemilahan sampah berjalan dengan baik, TPST Tegalega diproyeksikan mampu mengolah hingga 25 ton sampah per hari.
"Targetnya sekitar 25 ton per hari. Bahkan kalau seluruh sistem berjalan optimal dan sampah yang masuk sudah terpilah dengan baik, kapasitasnya bisa lebih dari itu," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....