Pemkot Bandung Targetkan UMKM Center Hadir di 30 Kecamatan

  • 04 Agt 2026 20:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung berkomitmen memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya yang tengah dipercepat yakni menghadirkan UMKM Center di seluruh 30 kecamatan sebagai pusat pengembangan usaha sekaligus inkubasi bisnis bagi para pelaku UMKM.

‎Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengatakan, hingga saat ini baru tiga UMKM Center yang telah beroperasi. Namun, Pemkot Bandung menargetkan keberadaan fasilitas tersebut dapat menjangkau seluruh kecamatan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

‎"Baru tiga. Saya juga lupa lokasinya. Pokoknya baru tiga kecamatan," ujar Erwin di Bandung, Selasa 4 Agustus 2026.

‎Menurutnya, UMKM Center tidak hanya menjadi tempat promosi dan penjualan produk, tetapi juga berfungsi sebagai pusat inkubasi bisnis. Di lokasi tersebut, para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan, pelatihan, hingga pembinaan agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

‎Erwin menjelaskan, peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Karena itu, Pemkot Bandung juga mulai memperkuat kemampuan pemasaran digital melalui berbagai program pelatihan.

‎"Hari ini saya meresmikan digital marketing. Jadi para pelaku UMKM tidak hanya menjual secara langsung, tetapi juga bisa memasarkan produknya melalui media sosial. Harapannya mereka bisa terus naik kelas," katanya.

‎Ia menilai pemanfaatan platform digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan teknologi. Dengan pemasaran secara daring, produk UMKM diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di Kota Bandung tetapi juga ke berbagai daerah lainnya.

‎Selain menghadirkan UMKM Center, Pemkot Bandung juga berencana menyediakan sentra kuliner di setiap kecamatan sebagai wadah bagi pelaku usaha makanan dan minuman untuk mengembangkan usahanya.

‎"Iya, minimal satu. Kalau memungkinkan dua juga tidak masalah, kalau memang ada tempatnya. Tapi minimal satu sentra kuliner di setiap kecamatan," ujarnya.

‎Untuk merealisasikan target tersebut, Erwin mengaku telah meminta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah agar mempercepat proses persiapan. Ia juga terus mendorong para camat untuk aktif berkolaborasi mencari lahan atau lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas UMKM maupun sentra kuliner.

‎"Kemarin saya bertemu dengan Kepala Dinas UMKM. Saya minta kalau bisa dipercepat. Makanya setiap bertemu camat saya selalu meminta mereka segera berkolaborasi mencari lokasi yang bisa dipakai untuk berjualan," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....