Sinergi IPB University dan Desa Pulosari Perkuat Pengelolaan Sampah Organik

  • 04 Agt 2026 10:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – IPB University bersama masyarakat Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, memperkuat upaya pengelolaan sampah organik sebagai bagian dari dukungan terhadap program Patengan SMILE.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University bersama Program BIMA Pengembangan Ekonomi Sirkular.

Kegiatan yang berlangsung di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pulosari pada 25 Juli 2026 itu melibatkan Pemerintah Kecamatan Pangalengan, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) AIRA, dosen, serta masyarakat desa. Program ini menjadi bagian dari kolaborasi pentahelix dalam menangani persoalan lingkungan, kemiskinan, dan stunting.

Dosen Pembimbing Lapang KKNT IPB University, Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si., mengatakan inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi harus menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar teknologi tepat guna dapat diterapkan secara nyata di tingkat desa.

"Teknologi yang dihasilkan kalangan akademisi perlu diselaraskan dengan kebutuhan nyata warga desa. Dengan begitu, kerja sama IPB University bersama Desa Pulosari dapat terus berlanjut dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tingkat lokal," ujarnya, dalam keterangannya, Senin 3 Agustus 2026.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan, tim menyerahkan berbagai peralatan kepada KSM AIRA, di antaranya empat unit BioBox maggot, alat pengolah kopi, Automatic Weather Station (AWS), moisture meter, kalorimeter, hingga peralatan pengemasan produk.

Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pemanfaatan biomassa sebagai energi terbarukan, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), serta pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga. Seluruh materi diarahkan untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

Ketua KSM AIRA Hery Supriyatna menilai kolaborasi dengan IPB University telah memberikan dampak nyata terhadap pengembangan pengelolaan lingkungan di Pangalengan, mulai dari standardisasi produksi briket hingga budidaya maggot.

Menurutnya, kualitas lingkungan yang terjaga akan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

"Lingkungan Pangalengan merupakan aset yang harus dijaga agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Lingkungan yang sehat akan mendukung kesehatan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap penurunan stunting," katanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian KKNT Inovasi IPB University yang dijalankan kelompok BANDUNGKAB13 dan BANDUNGKAB14 bersama Program BIMA Pengembangan Ekonomi Sirkular. Program tersebut didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....