Pemprov Ambil Alih Penuh Penyelenggaraan MTQ 2027, Ini Penyebabnya
- 03 Agt 2026 10:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Provinsi Jawa Barat memastikan helatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2027 tetap akan digelar sesuai jadwal. Kepastian ini didapat setelah Pemprov Jabar memutuskan untuk mengambil alih penuh peran tuan rumah dari Pemerintah Kabupaten Garut.
Langkah cepat tersebut diambil menyusul dilayangkannya surat pengunduran diri secara resmi oleh Pemkab Garut akibat keterbatasan kemampuan fiskal dan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) daerah tersebut yang tengah mengalami defisit.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengonfirmasi bahwa pengambilalihan penyelenggaraan ini dilakukan agar agenda keagamaan berskala besar tersebut tetap terlaksana secara optimal tanpa menghambat proses pembinaan generasi Qurani di Jawa Barat.
"Saya menyampaikan ucapan terima kasih pada berbagai pihak yang memberikan perhatian pada MTQ Provinsi Jawa Barat. Saya tadi subuh sudah berkomunikasi dengan asisten dua yang menangani MTQ di Jawa Barat," kata Dedi di Bandung, Minggu 2 Agustus 2026.
Gubernur Dedi menegaskan, keputusan Pemprov Jabar untuk pasang badan dan mengambil alih agenda ini dilandasi atas pemahaman terhadap kondisi keuangan daerah di Kabupaten Garut yang tidak memungkinkan untuk memikul beban anggaran sebagai tuan rumah.
"Karena Garut mengundurkan diri sebagai tuan rumah, kita juga memahami APBD-nya mengalami defisit. Maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan penyelenggaraan MTQ 2027 dilaksanakan oleh Pemprov Jabar langsung," ujarnya menambahkan.
Untuk menyukseskan gelaran keagamaan tersebut, Pemprov Jabar telah merancang skema lokasi yang representative bagi para peserta dan masyarakat. Acara pembukaan direncanakan berlangsung di halaman Gedung Sate, sementara puncak penutupan akan dipusatkan di Masjid Raya Al Jabbar.
"Tuan rumahnya langsung Pemprov Jabar, pembukaannya di halaman Gedung Sate, penutupannya di Masjid Al Jabbar," tutur Dedi menjelaskan.
Di samping persiapan teknis, Gubernur menekankan bahwa pelaksanaan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an biasa. Lebih dari itu, MTQ memiliki peranan strategis dalam memperkuat syiar Islam dan menanamkan nilai-nilai keislaman secara mendalam di tengah masyarakat Jawa Barat.
Oleh karena itu, ia berpesan secara khusus kepada seluruh jajaran panitia penyelenggara dan dewan hakim agar senantiasa menjunjung tinggi integritas. Menurutnya, ajang mulia yang membawa pesan keagamaan tidak boleh tercederai oleh tindakan yang tidak jujur.
"Untuk itu saya ucapkan terima kasih pada semuanya dengan satu catatan penting. MTQ ini mengembangkan syiar Islam, mengajarkan nilai-nilai Al-Quran, maka penyelenggaraannya harus menjunjung tinggi asas kejujuran. Harus jujur dalam penyelenggaraan, jujur dalam penjurian," tegas Dedi.
Sebelumnya, Pemprov Jabar sempat mempertimbangkan opsi penundaan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi akibat dinamika keterbatasan anggaran. Namun, dengan pengambilalihan langsung ini, Pemprov Jabar membuktikan komitmennya untuk menjaga kelangsungan syiar Islam dan pembinaan tilawatil Qur'an di Tanah Pasundan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....