Pemkot Bandung Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat
- 02 Agt 2026 17:56 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Salah satunya melalui aktivasi Padaringan Leuweung Awi Cisurupan di kawasan Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, yang mengusung konsep wisata alam, budaya, religi, dan ekonomi kreatif.
Aktivasi destinasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat potensi wisata yang dikelola langsung oleh masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Program ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan Padaringan Leuweung Awi Cisurupan merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata tanpa mengabaikan aspek pelestarian alam.
"Ini adalah karya masyarakat. Karena itu menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga setiap pohon dan kelestarian kawasan ini. Pepohonan membuat Kota Bandung tetap sejuk, menjaga sumber air, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang dicari wisatawan," ujar Farhan saat menghadiri aktivasi Padaringan Leuweung Awi Cisurupan di Bukit Mbah Garut, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Minggu 2 Agustus 2026.
Menurut Farhan, kawasan tersebut tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya hidup berdampingan dengan alam.
"Padaringan Leuweung Awi Cisurupan bukan hanya tempat wisata. Ini adalah ruang pembelajaran bahwa manusia merupakan bagian dari alam. Karena itu pelestarian lingkungan harus menjadi budaya masyarakat," katanya.
Farhan juga mengapresiasi keterlibatan Pokdarwis, seniman, pelaku UMKM, perangkat daerah, hingga masyarakat yang bergotong royong menghidupkan kawasan tersebut. Ia berharap kawasan ini dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Bandung yang dikelola secara berkelanjutan.
"Saya bangga melihat semangat warga Cisurupan. Tugas kita bersama sekarang adalah menjaga agar kawasan ini terus lestari dan berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan aktivasi Padaringan Leuweung Awi Cisurupan merupakan bagian dari pengembangan Daya Tarik Wisata (DTW) berbasis masyarakat.
Menurutnya, destinasi wisata yang berkelanjutan harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, dan pelaku usaha.
"Pokdarwis menjadi kekuatan utama dalam menemukan dan mengembangkan potensi wisata di masyarakat. Pemerintah kemudian memperkuatnya menjadi destinasi yang berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar," ucapnya.
Ia menambahkan, kawasan tersebut memiliki beragam potensi yang dapat terus dikembangkan, mulai dari wisata alam, wisata religi, kuliner tradisional, seni budaya, hingga wisata kesehatan (wellness tourism).
Di kesempatan yang sama, Ketua Pokdarwis Cisurupan, Ari Irawan, menyampaikan Padaringan Leuweung Awi Cisurupan mengusung konsep pasar tradisional berbasis alam dengan menghadirkan sekitar 20 pelaku UMKM lokal, pertunjukan seni budaya, serta sistem transaksi menggunakan koin kayu sebagai simbol pelestarian budaya tempo dulu.
Menurut Ari, aktivasi perdana yang telah diuji coba sebelumnya memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
"Kami berharap Padaringan Leuweung Awi Cisurupan dapat terus konsisten diselenggarakan dua kali setiap bulan, sekaligus menjadi ruang pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, dan penguatan wisata berbasis masyarakat," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....