Percikan Tungku Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Pabrik Tahu di Cimahi

  • 30 Jul 2026 13:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Percikan api dari tungku produksi diduga menjadi penyebab kebakaran yang menghanguskan sebuah pabrik tahu di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kamis 30 Juli 2026 dini hari. Kobaran api melalap hampir seluruh area produksi dan menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 04.10 WIB di sebuah pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Sangkuriang Barat Dalam 2 Nomor 29, RT 04 RW 20, Kelurahan Cipageran. Bangunan tersebut diketahui milik Alfian, sementara laporan kejadian diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 04.58 WIB.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 170 meter persegi. Dari total luas tersebut, sekitar 160 meter persegi area produksi hangus dilalap api.

"Api menghanguskan sekitar 160 meter persegi area produksi. Berdasarkan hasil pendataan tidak ada korban jiwa dan sebanyak 15 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," kata Aep Mulyana.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran dipicu oleh kelalaian pekerja saat memasak bahan baku tahu menggunakan tungku. Percikan api kemudian menyambar material yang mudah terbakar hingga kobaran api dengan cepat membesar.

"Api pertama kali diketahui oleh para pekerja yang sempat berusaha memadamkannya bersama warga sekitar. Namun karena api terus membesar, warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran," ujar Aep.

Tim Damkar Kota Cimahi Regu 2 langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Petugas tiba di lokasi pada pukul 05.10 WIB dengan waktu respons sekitar 12 menit.

"Sebanyak lima unit mobil pancar, satu unit rescue dan 12 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman hingga proses pendinginan selesai pada pukul 07.30 WIB," jelasnya.

Selain menghanguskan bangunan produksi, kebakaran juga merusak berbagai peralatan dan bahan baku di dalam pabrik. Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta, terdiri atas kerusakan bangunan sekitar Rp300 juta dan kerugian isi bangunan sekitar Rp500 juta.

"Total kerugian diperkirakan mencapai kurang lebih Rp800 juta, terdiri dari kerugian bangunan sekitar Rp300 juta dan kerugian barang atau isi bangunan sekitar Rp500 juta," ucap Aep.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi cukup sulit dijangkau kendaraan pemadam. Jalan menuju pabrik berkelok, sempit, dan berjarak sekitar 350 meter dari jalan utama sehingga menyulitkan mobilisasi armada.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendataan sekaligus memberikan edukasi kepada warga sekitar mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat lebih waspada dan dapat meminimalkan risiko kebakaran serupa di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....