Dampak Kemarau, Warga Babakan Nangleng Cibeber Cianjur Terima Air Bersih
- 29 Jul 2026 15:27 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur- Musim kemarau yang berkepanjangan terus memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah di Cianjur. Salah satunya di Kampung Babakan Nangleng, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber.
Ratusan warga kini harus mengandalkan bantuan air bersih setelah sumur-sumur di permukiman mengalami penyusutan atau mengering. Kondisi itu merupakan dampak dari 40 hari lebih belum adanya turun hujan.
Warga pun rela antri sambil membawa ember, jeriken, bahkan galon untuk mendapatkan pasokan air dari mobil tangki air. Adanya bantuan air bersih menjadi penyelamat bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga mencuci. Sementara itu untuk mandi sebagian warga terpaksa memanfaatkan aliran sungai yang masih memiliki sedikit debit air.
Menurut Ketua RW 06 Kampung Babakan Nangleng Ahmad Sanusi, kemarau tahun ini terasa lebih cepat dan dampaknya jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hampir seluruh sumur warga di lingkungannya sudah tidak lagi menghasilkan air.
"Sekarang sumur warga sudah mulai kering padahal baru sekitar 40 hari kemarau, tetapi air sudah habis, warga pun setiap hari mengeluh karena kesulitan mendapatkan air bersih. Setelah kami melapor ke pemerintah desa dan mengajukan permohonan bantuan, alhamdulillah hari ini bantuan air bersih dari PMI akhirnya datang. Masyarakat sangat bersyukur karena bantuan ini benar-benar dibutuhkan," ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
Ia menambahkan, sedikitnya 20 kepala keluarga di RT 06 terdampak langsung akibat sumur yang menyusut Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah apabila hujan belum juga turun dalam beberapa pekan ke depan.
"Ini baru bantuan yang pertama, apanila kemarau masih berlanjut dan kami berharap distribusi air bersih bisa terus dilakukan karena kebutuhan warga semakin mendesak,"katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibaregbeg Subuh Basarah, mengungkapkan bahwa kekeringan tahun ini terjadi lebih cepat dibandingkan musim kemarau sebelumnya. Berdasarkan pendataan pemerintah desa, wilayah Babakan Nangleng, Nangleng Pasar, dan Pasirhupa menjadi kawasan yang paling terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....