Perjuangan Alika, Siswa SMKN 9 Bandung di LKS Nasional Teknologi Desain

  • 28 Jul 2026 21:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peserta asal Jawa Barat, Alika Tsuraya Ostman mulai menjalani kompetisi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Nasional 2026 pada mata lomba Teknologi Desain Grafis secara daring dari SMKN 9 Bandung, Selasa 28 Juli 2026. Selama empat hari pelaksanaan, Alika menyelesaikan serangkaian proyek yang menguji kemampuan desain, branding hingga antarmuka digital sesuai standar industri.

Guru pembimbing SMKN 9 Bandung, Anita Wulandari menjelaskan, pada hari pertama peserta mengerjakan modul Branding and Logo Design yang terdiri dari tiga tugas. Yakni, merancang logo, membuat prototipe aplikasi menggunakan Figma, serta menyusun landing page menggunakan Figma atau Adobe Illustrator.

"Seluruh tugas dikerjakan secara mandiri. Peserta tidak boleh mendapat bantuan dari siapa pun, termasuk menggunakan AI. Selama lomba, proses pengerjaan diawasi melalui dua kamera," ujarnya.

Anita mengatakan, materi LKS Nasional terus berkembang setiap tahun sehingga peserta dan pembimbing harus selalu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.

"Setiap tahun selalu ada elemen baru. Tantangannya bagaimana kami terus belajar mengikuti perkembangan yang mengacu pada standar WorldSkills," katanya.

Persiapan menuju tingkat nasional juga berbeda dibandingkan saat berlaga di tingkat kota maupun provinsi. Jika sebelumnya peserta hanya menggunakan Adobe Illustrator, pada tingkat nasional Alika harus menguasai Figma untuk menyelesaikan beberapa tantangan lomba.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, SMKN 9 Bandung menggandeng industri kreatif Maven sebagai mitra pembinaan. Kolaborasi tersebut menghadirkan praktisi industri yang memberikan pendampingan intensif kepada Alika dalam penguasaan Figma.

"Di tingkat nasional ada materi yang membutuhkan Figma. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan industri agar Alika mendapat pendampingan langsung sesuai kebutuhan kompetisi," jelas Anita.

Di balik persiapan tersebut, Anita mengungkapkan, Alika sempat berada di titik terberat. Jadwal latihan yang padat berbarengan dengan proses administrasi masuk perguruan tinggi, membuat kondisi fisik dan emosinya menurun hingga beberapa kali ingin mengundurkan diri.

"Dia sempat menangis dan merasa ingin berhenti. Tapi, kami terus menguatkan bahwa perjuangan ini akan menjadi bekal untuk dirinya sendiri, baik pengalaman, relasi maupun peluang di masa depan," ungkapnya.

Dukungan dari para pembimbing membuat Alika kembali bangkit dan melanjutkan persiapannya hingga siap tampil mewakili Jawa Barat di tingkat nasional.

Menurut Anita, pengalaman mengikuti LKS memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar mengejar prestasi. Selain membuka peluang beasiswa dan memperkuat portofolio, ajang tersebut juga mempertemukan peserta dengan jejaring profesional yang bermanfaat bagi karier mereka.

"LKS menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas relasi. Bahkan jika berprestasi, mereka berpeluang melanjutkan ke WorldSkills di tingkat internasional," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....