Pemkot Bandung Tidak Akur, Andri Gunawan: Rakyat yang Jadi Korbannya

  • 27 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan, menyentil keras ketidakharmonisan yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ia meminta para pemimpin daerah untuk meredam ego dan menjalin kekompakan, baik di internal pimpinan kota maupun dalam koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ketegangan di jajaran pimpinan daerah dinilai Andri sangat merugikan masyarakat luas. Ia menilai, berbagai permasalahan kompleks yang dihadapi Kota Bandung tidak akan mungkin bisa terselesaikan jika para pemangkunya berjalan sendiri-selidiki tanpa ada kerja sama yang solid.

Secara terbuka, Andri soroti dinamika komunikasi yang dinilainya renggang di tingkat pimpinan tertinggi Pemkot Bandung. Ia secara tegas mengingatkan Wali Kota agar melibatkannya Wakil Wali Kota secara aktif dalam mengelola roda pemerintahan.

"Saya minta pemerintah kota akur lah dengan provinsi. Ini jangankan akur dan kerja sama dengan provinsi, wali kota dengan wakil wali kota aja berantem," ujar Andri Gunawan, Senin 27 Juli 2026.

Andri mendesak agar Wali Kota dapat membagi porsi kerja secara adil dan proporsional kepada Wakil Wali Kota. Menurutnya, kepemimpinan tunggal tanpa pembagian tugas yang jelas hanya akan memperlambat penyelesaian berbagai persoalan warga.

"Saya bilang nih ke wali kota, itu wakil wali kota kasih pekerjaan! Anda itu tidak akan mungkin bisa menyelesaikan Bandung sendiri! Wakil wali kota kasih pekerjaan!" tegas Andri.

Tak hanya menyoroti internal kota, legislator dari Komisi IV ini juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang harmonis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pembenahan kekompakan internal di Pemda harus menjadi fondasi utama sebelum membangun kolaborasi antar-pemerintahan yang lebih luas.

"Akur lah sama provinsi. Minimal kompak aja dulu di Pemda, gitu," tambah Politisi DPRD Kota Bandung tersebut.

Di akhir pernyataannya, Andri mengingatkan kembali pentingnya rasa kepedulian terhadap nasib warga Kota Bandung. Dampak utama dari ketidakharmonisan para pejabat publik pada akhirnya akan ditanggung oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan maksimal.

"Bagaimana bisa kita minta wakil wali kota dengan wali kota harmonis, saling berbagi tugas menyelesaikan masalah-masalah Bandung. Ayo kompak demi warga! Kalau pemimpin berantem, yang jadi korban rakyat!" pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....