Jam Operasional Track Lari Gasibu Dipersingkat, Pengunjung Sesuaikan Aktivitas

  • 24 Jul 2026 17:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah melakukan revitalisasi kawasan Gedung Sate - Gasibu Kota Bandung sejak awal april 2026. Revitalisasi ini akan mengintegrasikan plaza Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu, melalui alih fungsi jalan Diponegoro menjadi ruang publik sehingga nantinya kendaraan tidak lagi bisa melewati jalan tersebut.

Proyek revitalisasi tersebut berdampak kepada aktivitas olahraga masyarakat di lapangan Gasibu. Track lari lapangan Gasibu yang biasanya dibuka dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, untuk sementara hanya dibuka hingga pukul 18.00 WIB.

Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai bagian dari penyesuaian selama pekerjaan revitalisasi. Hal tersebut, guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung saat berolahraga di kawasan lapangan Gasibu.

Hal tersebut juga dikatakan Febri, salah seorang pengunjung lapangan Gasibu. Ia mengaku biasanya baru sempat jogging setelah menyelesaikan aktivitas pada sore hari.

Namun dengan adanya perubahan jadwal penggunaan lapangan Gasibu, ia harus mengubah waktu berolahraga karena lintasan tidak lagi dapat digunakan pada malam hari.

Menurut Febri, sebelum pembatasan diberlakukan biasanya, ia berolahraga lari sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Tetapi, saat ini harus memulai olahraga lebih awal, sekitar pukul 16.00 WIB agar masih dapat menggunakan track lari sebelum ditutup.

"Jujur, sebenarnya aku ngerasa terganggu. Kan itu jadinya dibatasin. Jadi jam 6 sore doang ya bisa joggingnya. Nah, untuk aku yang dari siang itu pasti ada kegiatan, jadi jujur terganggu kayak bentar banget. Jam 6 udah tutup, gitu. Jadi gabisa lama joggingnya. " ujar Febri kepada RRI Jumat 24 Juli 2026.

Hal senada juga disampaikan oleh Fidda. Ia mengatakan jadwal larinya yang biasanya dilakukan setelah jam kerja kini harus dimajukan ke sore hari karena track lintasan untuk lari sudah ditutup pada pukul 18.00 WIB.

“Aku juga siang ke sore sebenernya masih ada kegiatan, jadi aku biasanya tiap malam sih larinya. Jadi kalau untuk kayak gini cukup mengganggu ya.” ucapnya.

Selain perubahan jadwal, Fidda juga menilai aktivitas proyek revitalisasi di sekitar kawasan Gasibu turut memengaruhi kenyamanan pengunjung saat berolahraga. Debu dan pasir dari area pekerjaan dinilai cukup mengganggu, karena posisi track lari kini lebih dekat dengan area jalan.

“Apalagi pembangunan ini kan track-nya jadi lebih dekat sama jalanan. Jadi kena debu-debu, dan pasir-pasirnya nya juga gitu,” ucapnya.

Sementara pihak pengelola lapangan Gasibu Kota Bandung belum memberikan penjelasan resmi saat dikonfirmasi RRI, terkait terganggunya aktivitas masyarakat akibat revitalisasi tersebut. Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memulai revitalisasi plaza depan Gedung Sate senilai Rp15 miliar untuk menyatukannya dengan Lapangan Gasibu di seberangnya.

Gubernur Dedi Mulyadi atau KDM, menginginkan halaman Gedung Sate sebagai lokasi upacara kenegaraan. Target revitalisasi kawasan Gedung Sate dan lapangan Gasibu rampung pada awal Agustus 2026 atau sebelum perayaan Hari Kemerdekaan RI, dengan durasi pengerjaan selama empat bulan sejak dimulai pada 8 April 2026 lalu.

Penulis: Putri Cahyaningsih/Magang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....